Anak-anak, Peniru dan Pencipta Ulung


Faktaanak.com - Anak-anak merupakan pribadi yang menarik, sederhana, penuh keingintahuan dan tidak mengenal rasa takut. Setidaknya itulah yang ada dalam benak ada dalam pemahaman kita saat ini. Orang dewasa  sendiri semuanya  pernah menjadi anak-anak, dan setidaknya pernah mengalaminya. Namun kenyataan yang terjadi saat ini tidaklah sama dengan kurun waktu sebelumnya. 

Perkembangan Anak Tidak Lepas dari Peran Orang Tua dan Lingkungan

Perkembangan anak-anak dalam dunianya tidak bisa dilepaskan dari peran orang tua dan pengaruh lingkungan di sekitarnya. Pada dasarnya keingintahuan, pemikiran, imajinasi dan tindakan anak-anak  adalah spontan dan murni, namun di zaman keterbukaan informasi ini banyak dipengaruhi oleh orang-orang dan faktor lain di sekitarnya baik yang bersifat negatif maupun positif. Orang tua saat ini yang sebetulnya pernah menjadi anak-anak cenderung terobsesi untuk menjadikan anaknya menjadi seperti mereka atau lebih dari mereka sehingga batasan keingintahuan dan imajinasi anak mereka buat seperti yang  mereka inginkan. Selayaknyalah orang tua yang sebenarnya memahami bagaimana menjadi seorang anak-anak dapat membimbing imajinasi dan keingintahuan anak menjadi sesuatu yang positif dan kreatif. 


Dunia Teknologi Perlu Dampingan Orang Tua

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga tidak dapat dilepaskan dari perkembangan dunia anak, kemudahan memperoleh informasi saat ini cenderung berdampak kurang baik bagi perkembangan anak apabila tidak dengan pendampingan yang baik karena pada dasarnya mereka belum memahami kebenaran seluruh informasi tersebut dan membutuhkan filter serta penjelasan lebih lanjut dari pihak yang lebih memahami, dalam hal ini orang tua, di rumah dan guru di sekolah.

Dunia anak sangat akrab dengan permainan, banyak orang dewasa dan orang tua anak yang khawatir karena saat ini dunia anak digempur dengan beragam permainan modern dan digital. Orang tua sebenarnya harus yakin bahwa pada dasarnya anak-anak adalah pribadi yang kreatif, mereka mampu meniru atau bahkan menciptakan bentuk permainannya sendiri karena yang mereka suka bukan mainannya, namun  keasyikan dari permainan itu sendiri, terutama bila dimainkan bersama teman-teman. Petak umpet, gobak sodor, bentengan, lompat tali dan sundamanda saat ini masih banyak digemari oleh anak-anak, bilapun tidak melakukannya itu karena mereka belum mengenal atau tidak dikenalkan oleh orang tuanya, permainan olahraga ketangkasan seperti halnya sepakbola juga masih menjadi pilihan menarik bagi anak-anak.

Anak Adalah Pribadi yang Aktif

Karena pada dasarnya anak-anak adalah pribadi yang selalu aktif dan penuh energi tidak bisa diam, seharusnya diisi dengan hal-hal kreatif dalam kemasan yang menarik. Sebenarnya kita tidak perlu khhawatir bila anak tidak suka dengan sesuatu permainan, mereka akan menyesuaikannya dengan yang mereka sukai, suatu hal yang terdengar seperti sulit diatur, namun itulah kreatifitas. Bila saat ini banyak anak-anak yang terlalu asik berdiam diri menonton televisi, permainan komputer atau perangkat telepon pintar, yang lebih semestinya kita berkaca, siapa yang mengenalkan dan membiasakan mereka berinteraksi dengan peralatan tersebut? Tentunya orang tua dan lingkungan disekitar tumbuh kembang anak. 

Anak, Pada Dasarnya Adalah Peniru

Anak juga pada dasarnya meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya, bila mereka terbiasa melihat orang-orang di sekitarnya asik berinteraksi dengan perangkat elektronik atau gadget, sudah barang tentu mereka akan melakukannya juga. Sebaiknya tidak membiasakan anak-anak berinterkasi dengan gadget, apalagi di usianya yang masih belia dan hanya karena alasan supaya tidak merepotkan. Bila dibiasakan, sebenarnya anak-anak lebih suka kegiatan yang aktif dan  tidak terlalu tidak suka berdiam diri menggunakan perangkat elektronik atau menonton televisi, jadi biasakan mereka selalu memiliki aktifitas yang bermanfaat dan dikemas menjadi sesuatu yang mereka sukai. Anak-anak jaman sekarang masih gemar bermain bola, meskipun lapangan bola jarang ditemui, atau mungkin cuaca tidak memungkinkan, mereka tetap melakukannya di lapangan futsal, dan meskipun mereka harus membayar dapat mereka atasi dengan patungan, jadi apa lagi yang kita ragukan bila anak-anak pada dasarnya dapat mengatasi masalah mereka dengan baik apabila diberi bimbingan dengan benar.

Membimbing Anak Kearah Positif

Mendidik anak tidak ada ilmu yang pasti, karena masing-masing adalah pribadi yang unik. Namun pada intinya adalah memberi kesempatan mereka untuk mengembangkan pola pikir aktif dan kreatif. Pola pendidikan yang dilakukan tentu saja dengan cara yang kreatif pula, kita harus mau dan mampu menyesuaikan  dengan zaman anak tersebut, Ketika informasi yang diterima anak begitu banyak, orang tua bekewajiban menjadi penyaring dai hal-hal yang bersifat negatif. Anak-anak sebenarnya membutuhkan rekan untuk berinteraksi tentang segala apa yang ia temui dalam kehidupannya sehari-hari, pendampingan yang baik dan berkualitas akan membuat anak menjadi pribadi yang terbuka dan mempermudah untuk membimbingnya ke arah yang positif. 

Meskipun tidak dapat kita pungkiri tayangan televisi dan kemudahan akses internet untuk memperoleh informasi dapat berakibat buruk bagi perkembangan anak-anak, namun kita tidak dapat begitu saja melarangya karena mereka hidup di jaman tersebut, orangtualah yang semestinya mengajarkan bagaimana menggunakannya dengan bijak dan memilah-milah yang baik dan yang kurang baik.

Mendidik Anak Bermodal Pengalaman

Seperti yang telah disebutkan diatas setiap orang  dewasa saat ini pernah menjadi anak-anak pada masa sebelumnya, sehingga pengalaman itulah yang dapat menjadi bahan acuan untuk membimbing anak-anak kearah yang benar disesuaikan dengan zamannya. Masa kanak-kanak akan dipenuhi dengan berbagai kesalahan yang dapat menjadi pengalaman berarti dalam pembentukan pola pikir anak, orang dewasapun pasti pernah mengalaminya, jadi jangan bereaksi terlalu berlebihan apabila anak-anak melakukan suatu kesalahan, karena itu adalah hal yang wajar. Tindakan mendoktirn anak agar jangan sampai melakukan kesalahan, serta menghukumnya dengan berat apabila melakukan kesalahan, seharusnya tidak dilakukan,  hal tersebut akan membuat anak menjadi pribadi yang kurang percaya diri dan ragu-ragu. 

Bimbinglah anak-anak dengan keyakinan yang baik bahwa mereka dapat mengatasi segala yang dihadapi dalam kesehariannya, dan apabila tidak mereka mengerti, bertanyalah kepada orang tua sebagai orang terdekatnya dalam kehidupan ini.

Demikianlah tulisan Anak-anak, Peniru dan Pencipta Ulung yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Nur Isnan Widodo SP. Trimakasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anak-anak, Peniru dan Pencipta Ulung"

Posting Komentar