Anak Jaman Old (dulu)

-anak-anak-
-anak-anak-

Faktaanak.com - Tidak semua anak bisa merasakan masa kecil yang bahagia khususnya anak zaman sekarang yang bahasa kerennya “kids jaman now”. Aku bersyukur karena aku lahir di zaman “old” zaman dimana ada banyak kesederhanaan, kebersamaan, dan kebahagiaan. Aku merasakan semua kebersamaan itu saat aku menjadi seorang anak di “jaman old”. 


Masa Kecil Adalah Masa Paling Bahagia

Jika harus aku ceritakan semua masa kecilku, tidak akan ada habisnya. Masa kecil sebenarnya adalah masa yang paling bahagia. Namun, tidak semua anak mengalami kebahagiaan di masa kecilnya. Alhamdulillah.. aku termasuk salah satu dari mereka yang mengalami masa kecil yang bahagia. Aku lahir di tahun 90-an. Masa kecilku adalah masa yang penuh dengan kesederhanaan dimana aku hanya bisa mengandalkan alam saja untuk membuat mainan. Mulai dari bermain masak-masakan menggunakan pasir sebagai bumbunya, batu bata yang di parut dijadikan sebagai cabe bubuk, dan dedaunan yang bisa dijadikan mie ataupun uang kertas. 


Tumbuh dengan Kesederhanaan

Ya.. aku memang tinggal disebuah desa kecil dimana tidak ada penjual mainan anak modern disana. Bahkan, boneka pun aku membuatnya dari ranting pohon pisang. Bukan hanya itu, pelepah pohon pisang juga bisa aku jadikan berbagai jenis mainan. Membuat tas selempang kecil dari keresek hitam, menulis di atas daun, membuat kerajinan dari tanah liat dan kemudian di bakar, merancang bandana dari bunga-bunga yang ada di sawah, dan masih banyak lagi pengalaman masa kecilku. 

Zaman Dulu dan Zaman Sekarang

Menurutku, anak zaman dulu itu lebih kreatif dari anak zaman sekarang yang semuanya sudah instan. Walaupun begitu, sebenarnya semua itu tergantung pada pola didikan masing-masing anak.

Dan ya.. satu lagi pengalaman yang tidak bisa aku lupakan, “permainan tradisional” aku sangat suka memainkan permainan tradisional bersama teman-teman saat aku kecil dulu. Seperti : permainan dakon (congkak) yaitu permainan dari jawa yang menggunakan papan panjang seperti perahu dan berlubang-lubang yang dimainkan dengan menggunakan biji-bijian. 

Permainan Tradisional 

Kemudian bendan begitu sebutannya di daerahku ini adalah jenis permainan di tanah yang di gambar berisi banyak kotak persegi  panjang atau kotak persegi dimainkan dengan cara kaki diangkat satu dengan membawa pecahan genting yang sudah dibentuk kecil dan melompat sampai finish. Lalu bentengan yaitu permainan dimana dua tim memiliki masing-masing satu benteng (pohon) yang harus dijaga dari anggota benteng musuh. 

Dan lagi jeromaan adalah sebuah permainan rumah-rumahan yang di buat dari kain ataupun sak yang dibentuk menjadi seperti rumah kecil yang bisa ditempati 3-4 anak dan nantinya anggota yang ada di rumah-rumahan itu harus berkunjung ke rumah-rumahan lainnya. Sebenarnya masih banyak permainan tradisional yang lain tapi tidak akan ada habisnya jika aku ceritakan semuanya. Itu adalah sedikit cerita pengalamanku saat aku kecil. 


Anak Memiliki Kecenderungan Ingin Diperhatikan

Seorang anak pada umumnya memang ingin mendapat perhatian yang lebih. Terkadang, anak akan melakukan hal yang aneh agar lebih di perhatikan. Sebenarnya aku sedikit prihatin dengan anak zaman sekarang yang sudah terpengaruh oleh gadget. Dari berita-berita yang sering aku dengar banyak sekali kasusnya tentang anak. Mulai dari pelecehan seksual, narkoba dan obat terlarang, pertengkaran, pembunuhan, pencurian, dan masih banyak kasus lain. Sangat prihatin aku mendengar itu semua dimana anak yang menjadi korban sekaligus tersangkanya. Padahal seharusnya di usia yang masih anak-anak seperti mereka haruslah diberi pendidikan moral  yang baik dan didasari dengan agama yang kuat. 


Teknologi itu Tidak Salah

Tidak ada salahnya pula anak dikenalkan dengan gadget. Namun, yang terpenting adalah harus dengan pengawasan orang tua. Jangan biarkan anak diberi kebebasan yang lebih. Dan juga orang tua harus menjadi teman yang baik untuk anaknya. Jangan sekali-kali orang tua memukul anak karena berbuat kesalahan. Jika anak melakukan kesalahan, orang tua harus menghukum anak tersebut dengan hukuman yang baik dan tidak terlalu  berat. 

Dan yang terakhir, jangan lupa memberikan anak hadiah jika mereka melakukan hal yang membanggakan agar mereka lebih bersemangat dalam melakukan kebaikan. “Kasih sayang orang tua adalah segalanya bagi seorang anak”.


Demikianlah tulisan Anak Jaman Old (dulu) yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Yusrotun Nikmah. Trimakasih.

-anak-anak-

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Anak Jaman Old (dulu)"