Banyak Anak Banyak Rezeki, Mitos atau Fakta?


Faktaanak.com - Anak merupakan anugrah yang diberikan oleh Tuhan kepada pasangan suami istri. Banyak orang bilang bahwa “banyak anak maka banyak rezeki” tapi bagaimana jika mereka hanya memiliki satu orang anak? Atau dengan kata lain anak tunggal. Apakah rezekinya sedikit? Atau tetap berpegang teguh bahwa “rezeki, jodoh dan maut sudah ada yang mengatur” ?.


Berawal dari Sebuah Desa

Di sebuah desa terpencil yang terletak di Bandung bagian Timur, hiduplah seorang anak perempuan yang bernama Elsa. Dia merupakan anak perempuan tunggal yang terlahir dari keluarga yang sederhana. Suku Sunda yang dianut oleh keluarganya menuntun dia menjadi seorang yang berani dalam hal apapun, namun terkadang jika ia bertemu dengan orang yang berbeda suku ia sedikit canggung dan berpikir bahwa ia takut salah ucap dan membuat lawan bicaranya sakit hati. 


Perempuan Senantiasa Mengandalkan Perasaan

Pada dasarnya semua perempuan yang terlahir ke Bumi ini memiliki perasaan yang lembut dan sangat sensitif termasuk Elsa. Segala hal yang berkaitan dengan aktivitasnya selalu dilakukan mengikuti perasaannya dan itu merupakan kelemahan bagi semua kaum wanita. Berpikir secara logis dengan menggunakan logika kadang menjadi sesuatu yang sangat sulit dilakukan untuk beberapa kaun wanita dan mereka hanya bisa mengandalkan perasaannya.

Persahabatan Masa Anak-anak yang Membahagiakan

Dari kecil Elsa selalu dibebaskan bermain dengan siapa saja dan melakukan apa saja yang ia sukai. Elsa memiliki 4 sahabat saat ia kecil dan mereka masih bersahabat hingga sekarang. Persahabatan mereka dimulai ketika mereka mulai menginjakan kaki di sekolah dasar. Selain jarak rumah mereka yang saling dekat, setiap sore saat mereka berumur 7 – 15 tahun sebelum sekolah agama pada pukul 6 sore, mereka selalu bermain permainan kucing-kucingan. Mereka bermain dengan sangat bahagia tanpa memikirkan beban, dan hanya ada 1 hal yang menghentikan mereka bermain yaitu panggilan dari ibu mereka untuk menyuruh mandi karena pada pukul 18.00 mereka harus sekolah agama.

Anak yang Pintar

Elsa tumbuh dengan sangat baik hingga sekarang ia menginjaki kakinya di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Selama menempuh pendidikannya Elsa selalu mendapatkan peringkat 10 besar, dia memang merupakan anak yang pintar namun terkadang malas. Malas disini maksudnya ia hanya belajar h-1 ketika ada ujian, dan itu merupakan kebiasaan buruk anak anak hingga sekarang. Tapi sifat tersebut menuntun Elsa menjadi mahasiswi di perguruan tinggi ternama di Bandung. Elsa kini berkuliah dan ia tidak mendapatkan beasiswa seperti orang orang pintar lainnya disana, ia berkuliah dengan dibiayai oleh kedua orang tuanya.

Bertahan Hidup dengan Sederhana

Hingga saat ini Elsa masih dapat survive dengan kebiasaannya di tempat kuliahnya dan dengan penghasilan orang tuanya yang sangat pas pasan. Seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwa Elsa terlahir dari keluarga yang sederhana, orang tuanya hanya bekerja sebagai karyawan swasta di salah satu pabrik tekstil terkenal di Bandung. Tapi semangat yang membara untuk menempuh pendidikan setinggi tingginya dan dengan kepercayaan dirinya yang sangat tinggi untuk berkuliah berhasil ia dapatkan.

Rezeki Anak Sudah Diatur

Seperti kalimat yang telah saya sampaikan di atas bahwa terdapat dua statement tentang rezeki, yang pertama “banyak anak banyak rezeki” dan yang kedua “rezeki, jodoh dan maut sudah ada yang mengatur”. Banyak orang yang putus sekolah akibat faktor uang, tapi menurut saya uang merupakan faktor penghambat untuk mendapatkan pendidikan.  Bahkan anak tunggal dan dengan background yang sangat sederhana dan dapat dibilang pas pasan bukan merupakan penghambat seseorang untuk melanjutkan pendidikan. Dan bagi orang tua diluar sana yang khawatir tidak dapat melanjutkan pendidikan anak anaknya, hilangkanlah pikiran tersebut karena rezeki anak sudah ada yang mengatur, kita sebagai manusia hanya perlu berusaha dan berdoa kepada sang pencipta. 

Demikianlah tulisan Banyak Anak Banyak Rezeki, Mitos atau Fakta? yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Esti Lestari. Trimakasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Banyak Anak Banyak Rezeki, Mitos atau Fakta?"

Posting Komentar