Beda Zamanku dan Zamanmu


Faktaanak.com - Beda anak sekarang dan anak dulu.Bagi anak jaman dulu tak peduli cuaca diluar hujan atau panas, saat tiba jamnya keluar mereka akan keluar berkumpul dengan teman temannya melalui hari dengan petualangan masuk hutan keluar kebun mencari apa pun yang bisa mereka mainkan. Dari pagi berangkat sekolah, main jam istirahat sekolah hingga pulang sekolah tak ada yang main sendiri, semuanya berkumpul dengan teman masing masing.tak ada keegoisan, tak ada saling dendam, semua dilakukan bersama.

Perbedaan Jaman Sekarang dan Dulu

Seorang gadis remaja  pernah ditanya perihal masa kecilnya, ia menjelaskan betapa berbedanya jaman anak sekarang dan dulu. “dulu waktu saya kecil, pagi kita saling menunggu teman untuk berangkat sekolah,pulangnyapun demikian. Siang mainnya dikebun,main becek becekan,cari buah dihutan dimakan rame rame. Sorenya baru berangkat ke TPQ, belajar mengaji kadang hujan  kami tetap berangkat. Bagi kami rumah hanya tempat istirahat kalau sudah malam”. 


Tontonan dan Gaya Berpakaian

Saat ditanya seperti apa tontonan dan gaya berpakaiannya anak tersebut juga menceritakan “jaman saya dulu tontonannya  hanya kartun kartun pahlawan seperti Power ranger,batman atau kartun Princess dan masalah pakaian, kami lebih sering mengenakan celana paling pendek di bawah lutut dan kaos. Bagi kami itulah seragam kemerdekaan, nyaman dan simpel. 

Doktrin tentang Pacaran

Dan saat ditanya apa sudah pacaran sejak Kecil,. Jawabannya cukup membuat kagum “kami dari kecil mainnya sama lawan jenis tapi kami tidak ada yang pacaran, bagi kami pacaran itu hal yang tidak baik dan akan menyebabkan kebodohan. Karena orang tua selalu menakuti kami dengan kalimat kalimat seperti itu.”

Perubahan Zaman

Dari sekilas perbincangan tersebut tentu bagi anak yang lahir pada era 90.an ke bawah setuju bahwa perkembangan jaman membuat perbedaan sikap antara anak dimasanya dan anak dimasa sekarang. Di masa dulu seorang anak hanya fokus pada pelajaran dan bermain berbanding terbalik dengan masa sekarang, dimana anak SD saja sudah pacaran, berantem atau kadang menjadi pelaku kejahatan. Miris mengingat usia mereka masih terlalu muda belia. Tapi mau bagaimana?? pernikahan dini, tontonan, mainan dan teman bergaul menjadi faktor terbesar penyebab semua itu. 

Seorang wanita yang harus menjadi ibu diusianya yang masih belia harus mendidik bayinya, padahal dirinya saja masih labil. Lalu bagaimana??? tontonan dan mainan anak jaman sekarang bukan lagi topeng topengan, kelereng dan sebagainya, tapi mereka merata semua memakai gadget.dimana waktunya hanya habis duduk dan menggeser jarinya. Sedang apa yang lihat dalam layar gadget orang tua terkadang acuh. 

Kesalahan yang Dianggap Benar

Baginya, selama anaknya tidak main lumpur diluar atau anaknya tidak merengek apa pun akan diberikan. Justru itu yang salah.!!!orang tua memberikan gadget ke anak tanpa pengawasan membuat si anak merasa di bebaskan dan kebebasan itulah yang di salah artikan. Sifat anak yang rasa ingin taunya besar akan mencari tau apa pun di internet, entah game yang bersifat pertengkaran atau lebih parahnya menonton video tawuran dan pornografi. Saat sudah begini siapa yang akan bertanggung jawab semua itu???

Mempelajari Dunia dengan Cara Positif

Perkembangan jaman seharusnya menjadikan seorang anak mengetahui dunia dengan cara yang positif, berkarya untuk bangsa dan membanggakan kedua orang tua jika itu belum bisa setidaknya mereka berlaku yang baik dan positif. Dan peran orang tua tidak bisa lepas begitu saja saat melihat anaknya sudah beranjak remaja justru itulah orang tua dituntut menjadi sosok yang seorang anak cari ketika ia menghadapi masalah sehingga si anak tidak mencari atau bergaul dengan orang yang salah. 


Menjadi Bijaksana dalam Mendidik

Lebih bijaklah dalam memberikan barang barang yang diminta anak, jangan memberikan yang kiranya belum pantas dengan umurnya. Dan awasi setiap langkahnya, dengan memposisikan diri dari orang tua menjadi seorang teman itu akan membantu karena sang anak akan merasa nyaman tidak melulu di larang. 

Karena sejatinya anak remaja perlu sosok yang bisa diajak berbagi bukan menggurui.

Demikianlah tulisan Beda Zamanku dan Zamanmu yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Eva Rahayu. Trimakasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Beda Zamanku dan Zamanmu"

Posting Komentar