Belajar Menjadi Kakak Tetua

-anak-anak-
-anak-anak-

Faktaanak.com - Menurut Anda menjadi anak yang dilahirkan pertama kali di dunia pasti menyenangkan. Selain mendapat kasih sayang yang begitu besar dari kedua orang tua, anak juga merupakan amanah dari Yang Maha Kuasa sehingga patut disyukuri dan dijaga dengan baik. Namun, beda ceritanya menjadi anak pertama satu-satunya dengan anak pertama sekaligus kakak tetua dari saudara-saudaranya. 


Setiap Anak Memiliki Peran Masing-masing

Menurut Alva Handayani (www.pikiranrakyat.com), setiap anak memiliki posisi sendiri-sendiri dalam keluarga, dan setiap kedudukan menyebabkan tanggung jawab dan konsekuensi yang berbeda. Perbedaan ini bisa disebabkan antara lain dari kebudayaan yang diberikan oleh orang tua, lingkungan sekitar, dan perlakuan orang tua terhadap anaknya. Perbedaan itu utamanya berasal dari kedua orang tua. Untuk anak pertama satu-satunya, orang tua cenderung khawatir, cemas, dan sangat menyayangi anaknya. Sehingga menyebabkan anak tersebut menjadi manja, tidak mandiri, dan selalu tergantung oleh orang tuanya. Hal ini justru berkebalikan dengan anak pertama yang juga sebagai kakak tetua bagi saudara-saudaranya, yaitu memiliki sifat mandiri, saya terhadap anggota keluarganya, dapat berpikir lebih dewasa, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Tanggung Jawab Seorang Kakak Tetua

Namun, menjadi kakak tetua sungguh tidak mudah, karena perlu belajar untuk menjaga sikap di hadapan saudara-saudaranya, bersikap sabar terhadap segala masalah yang ada, dan mampu menggantikan peran orang tua jika orang tua sedang pergi. Anak pertama tentu telah mendapat ilmu baik formal maupun non-formal  dan ilmu agama. Lingkungan dan dan orang tua pun telah mengajarinya nilai-nilai kehidupan. Sehingga, dia memiliki lebih banyak pengalaman dibandingkan saudara-saudaranya yang lain. Oleh sebab itu, kakak tetua memilki tanggung jawab yang cukup besar dalam suatu keluarga. Tidak sedikit juga anak pertama yang menjadi tulang punggung keluarga karena ketidakmampuan finansial yang dimiliki oleh keluarga.

Meskipun begitu, bagi Anda yang menjadi kakak tetua jangan takut dengan segala tanggung jawab dan permasalahan yang ada, justru hal tersebut dijadikan sebagai sebuah tantangan untuk menjadikan Anda lebih maju dan bersikap dewasa. 

Setiap Anak Harus Belajar Menjadi Kakak yang Baik

Setiap orang tua pasti ingin memiliki anak yang bisa mengayomi saudara-saudaranya dan sudah pasti itu menjadi tugas dan kewajiban anak pertama. Oleh karena itu, tidak hanya anak pertama saja yang harus belajar menjadi kakak yang baik melainkan peran orang tua dalam mendidik anak juga dibutuhkan agar anak belajar dan dapat berperilaku baik antar sesama anggota keluarga. 

Demikianlah tulisan Belajar Menjadi Kakak Tetua yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Yurananda Magnalia Putri. Trimakasih.
-anak-anak-

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Belajar Menjadi Kakak Tetua"

Posting Komentar