Cara Membaca Puisi

Berlari Seperti Seorang Anak Kecil Yang Bebas (Run Like A Free Child)

Faktaanak.com - Stress, sibuk, dan banyak tanggung jawab. Begitulah yang bisa saya deskripsikan tentang kehidupan orang dewasa. Lucu rasanya jika mengingat waktu kecil dulu saya ingin cepat-cepat menjadi dewasa. bisa dibilang masa anak-anak adalah masa terindah yang saya miliki. Canda tawa bersama teman sebaya, menangis karena kalah bermain, dan saat-saat dimarahi ibu jika kita nakal. Ingin rasanya saya mengulang semua kenangan manis itu. Nama saya I Made Sudata Atmaja, seorang anak laki-laki kelahiran 23 Juli 1997, dan inilah pengalaman saya sebagai anak Indonesia yang sangat bangga.

Masa Kecil Terbaik Adalah Saat Sekolah Dasar

Bagi saya masa-masa sekolah SD adalah yang terbaik. Jalan bareng kawan saat ingin pergi kesekolah adalah hal yang tidak bisa saya lupakan. Karena sekolah kami tidak terlalu dari komplek rumah saya. Mungkin hanya sekitar 100 meter, jadi saya jalan kaki untuk pergi kesekolah. Saat ingin berangkat sekolah, saya sering mencari dan mengajak teman lain kerumahnya untuk berangkat bersama, perjalanan terasa sangat asyik, bercanda, lari-larian sambil membawa tas gendong yang berat karena isi buku yang banyak. Saat jam istirahat pun begitu, saya dan teman-teman pasti berkumpul dan makan bersama dengan bekal yang kami bawa atau beli di kantin. Setelah makan apa yang kami lakukan? Sudah pasti bermain!. di halaman sekolah SD kami ada garis engklek yang sudah di gambar permanen oleh sekolah, semua saling memamerkan “gacok” mereka (gacok adalah sebutan untuk batu yang dipakai untuk bermain engklek). 

Permainan yang Tidak Pernah Luput Dari Anak-anak

Kami percaya bahwa saat bermain engklek pemilihan batu “gacok” adalah penting agar saat dilempar tepat sasaran dan tidak keluar garis. Dan juga permainan yang tidak pernah luput dari anak-anak, petak umpet!. Bermain petak umpet adalah hal terseru. Bayangkan di sekolah saya dulu kelas seangkatan ada 3 kelas, dan setiap kelas pasti saya ada yang ikut bermain bersama, bayangkan yang jaga harus mencari begitu banyak orang yang bersembunyi, haha. Lalu saat jam pulang? Dagang mainan di depan sekolah sudah pasti ramai. Saya sudah melewati banyak jaman mainan, dari jaman yoyo, tamiya, gasing, crushgear, dan masih banyak lagi. Yang paling asyik adalah ngumpulin stiker pokemon di buku dan jika ditukar kamu bisa dapat hadiah. Bertukar stiker adalah hal yang paling asyik.

Keseruan di Lingkungan Rumah

Hal-hal seru juga bukan hanya disekolah, tapi juga di lingkungan rumah. Di komplek saya ada lapangan yang lumayan besar yang dipakai anak-anak untuk bermain. Setiap sore saya selalu ada jadwal main sepak bola bersama teman-teman. Kita semua pasti sudah pernah merasakan bagaimana pola bermain sepak bola saat masih kecil, bukan?. Gawang sepak bola dari sandal, anak gendut yang menjadi kipernya, saat-saat bola masuk ke kolong mobil, dan yang paling menyebalkan jika anak pemilik bola disuruh pulang dengan ibunya, maka permainan selesai. Bermain sepak bola juga akan lebih asyik jika hujan. 
Bermain sepak bola saat hujan membuat kita merasa seperti pemain sepak bola profesional karena di lapangan yang basah dan becek kita bisa men tackle lawan, selebrasi seperti pemain bola di TV, dan yang paling menyenangkan adalah melihat teman terpeleset jatuh karena lapangan yang licin. Oh ya, jam bermain akan selesai jika suara adzan maghrib sudah terdengar, semua teman-teman pasti akan langsung spontan pulang kerumah masing-masing.

Seorang Anak Pasti Pernah Bandel

Sebagai anak-anak sudah pasti kita bandel dan pernah dimarahi orang tua kita. Saya ingat waktu kecil dulu saya diwajibkan untuk tidur siang. Dulu tidur siang adalah hal yang kita benci. Pernah suatu hari saya disuruh tidur siang dengan ibu saya, namun saat ibu saya lengah saya diam-diam pergi keluar rumah dan bermain kerumah teman. Lalu apa yang terjadi? Ibu saya kebingungan mencari saya dan menemukan saya di rumah seorang teman sambil membawa sapu lidi, saya pun diseret dan dipukul pantat saya dengan sapu lidi itu, dijalan pulang saya menangis karena takut. Kalau ibu marah memang menakutkan tapi kalau bapak marah akan lebih menakutkan lagi. Dikurung dikamar mandi atau dipukul pakai batang bambu kecil sudah saya rasakan. Bagaimana tidak bapak saya adalah seorang polisi dan lumayan tegas orangnya, namun tidak sampai berlebihan.
Orang tua melakukan hal seperti itu kepada saya waktu kecil agar saya menjadi patuh dan tidak manja. Saya malah bersyukur waktu kecil diberi hukuman seperti itu, saya menjadi seorang yang kuat kuat dan tidak banyak merengek. Pendidikan jaman dulu memang lumayan keras dan saya setuju kalau kekerasan bukanlah hal yang benar dilakukan kepada anak. Namun selama tidak menyakiti tubuh maupun kejiwaan saya rasa tindakan tegas dari orang tua memang perlu. Kalau orang tua saya dulu setelah saya dimarahi saya pasti langsung dibelikan makanan agar saya tidak menangis terus. Disitu saya merasa disayangi oleh orang tua dan menyesali perbuatan saya. Sungguh nikmatnya menjadi anak-anak dan dimanja seperti itu.

Tumbuh Sebagai Anak dengan Penuh Keceriaan

Dan begitulah akhir pengalaman yang bisa saya ceritakan. Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin saya ceritakan, namun saya rasa pengalaman saya ini bisa saya membuat anak lain merasa bangga dan mensyukuri hidup. Sebagai anak yang tumbuh dengan banyak keceriaan, membuat hidup ini terasa indah. Isilah masa kecilmu dengan banyak pengalaman, baik itu pengalaman menyenangkan ataupun pengalaman sedih. Carilah hobi yang membuatmu terus bermimpi dan bercita-citalah setinggi mungkin. Karena masa anak-anak tidak bisa terulang.

Dan ini adalah foto saya di lapangan dekat rumah saya bersama tim sepak bola yang dibuat bersama teman-teman dirumah. btw saya di kiri atas.


Demikianlah tulisan Berlari Seperti Seorang Anak Kecil Yang Bebas (Run Like A Free Child) yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah I Made Sudata Atmaja. Trimakasih

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Berlari Seperti Seorang Anak Kecil Yang Bebas (Run Like A Free Child)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel