Dibalik Anak yang Baik, Ada Orang Tua yang Mendidiknya dengan Baik


Faktaanak.com - Anak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan dan perkembangan yang dimulai dari bayi hingga remaja. Berbicara tentang anak tentu erat kaitannya dengan masa kanak-kanak/masa kecil. Saya hidup di tahun 1998 yang mana pada masa itu masa kanak-kanak lebih menyenangkan dibandingkan masa kanak-kanak zaman sekarang. Kenapa?

Masa Kanak-kanak Zaman Dulu

Karena pada zaman itu anak-anak belum mengenal gadget, drama/film percintaan, lagu-lagu cinta, ataupun hal-hal yang berbau cinta. Mengingat masa kecil saya, saya sering sekali bermain. Bermain dengan permainan yang pada zaman sekarang mungkin sudah sangat asing terdengar. Permainan masa kecil saya yang paling saya senangi adalah bermain engklek, permainan ini sangat mudah yaitu dengan membuat kotak-kotak ditanah setelah itu melompat dengan satu kaki di kotak tersebut tapi jangan sampai keluar garis. Saya juga senang bermain petak umpet, apalagi kalau bermain ini diikuti oleh banyak teman. 

Permainan Zaman Dulu

Ada satu lagi permainan yang tidak kalah menyenangkan yaitu lompat tali, biasanya permainan ini dimainkan minimal 3 orang karena 2 orang memegang tali dan 1 orang nya yang melompat. Permainan ini biasanya menggunakan karet gelang yang disambung-sambung. Saya ingat sekali saat itu untuk dapat bermain lompat tali, saya dan teman-teman mengumpulkan karet gelang masing-masing setelah itu kita gabungkan dan jadikan satu untuk bisa membuat permainan lompat tali ini. Ada juga permainan congklak dan bola bekel. Kalau bermain bola bekel caranya yaitu dengan memantulkan bola yang terbuat dari bahan karet sambil menangkap cangkang kerang. 

Sedangkan congklak adalah permainan yang dimainkan oleh maksimal dua orang, menggunakan  papan congklak yang memiliki 16 lubang, dan dimainkan dengan menggunakan biji congklak yang biasanya dari batu-batu kecil, cangkang kerang, atau biji kelereng. Papan congklak ini terdiri dari 14 lubang kecil dan 2 lubang besar. Dan masih banyak permainan lainnya seperti bermain ABC Lima dasar, gangsing, kelereng. 

Berkembangnya Teknologi Menurunkan Kreatifitas Anak

Seiring berjalannya waktu, negara kita ini sudah sangat berkembang terutama dalam hal teknologi. Kemajuan teknologi dapat terlihat dengan adanya handphone, internet, tablet dll. Handphone pun banyak yang menawarkan aplikasi-aplikasi permainan anak yang beraneka ragam, tak heran maka banyak anak zaman sekarang yang sudah jarang bermain permainan tradisional. Mereka cenderung memilih permainan di gadget yang lebih menarik dan tidak terlalu menguras tenaga. Selain itu, keberadaan internet juga seperti media sosial sudah menarik dunia anak-anak. Seperti dengan adanya facebook, twitter, instagram, dan lainnya, membuat kegiatan sosialisasi anak dengan teman-teman ataupun orang sekitarnya menurun. Maka, tak jarang anak usia SD sudah memegang handphone, mereka juga sangat ketergantungan dengan gadget. Hal itu membuat kreatifitas mereka untuk berkembang menurun. 

Orang Tua Harus Menjadi Pendengar yang Baik

Oleh sebab itu, para orang tua harus mendidik anak dengan baik seperti jangan menuruti semua keinginan anak. Apabila anak masih berusia dini, jangan dulu memberikan barang-barang teknologi canggih, bimbinglah anak untuk bermain sesuai pada usianya dengan teman sebayanya atau para orang tua dapat membangun kreatifitas anak dengan mengajak bermain bersama. Dan berbincang-bincang lah pada anak mengenai kegiatannya hari ini, apa yang ia sukai, atau hal lainnya dengan bersikap lembut dan menunjukan rasa kasih sayang pada mereka. Jadilah pendengar yang baik bagi mereka dan jangan biarkan mereka merasa kesepian. Hai ini tentu akan mendorong mereka untuk selalu senng berkumpul bersama teman dan keluarganya, tanpa terpengaruh gadget. Maka, didiklah anak sesuai usianya, perkembangan zaman tidak harus meninggalkan kebiasaan baik pada zaman lampau. 

Demikianlah tulisan Dibalik Anak yang Baik, Ada Orang Tua yang Mendidiknya dengan Baik yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Dea Putri Rahmadani. Trimakasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dibalik Anak yang Baik, Ada Orang Tua yang Mendidiknya dengan Baik"

Posting Komentar