Dulu-Sekarang: Perbedaan Dunia Anak dari Masa ke Masa


Faktaanak.com - Menurut UU No. 23 Tahun 2002 Pasal 1 Ayat 1 tentang Perlindungan Anak, anak adalah setiap warga negara Indonesia yang berusia kurang dari 18 tahun. Saat ini, sebagian besar penduduk dunia adalah anak-anak, merekalah tumpuan kehidupan berbangsa dan bernegara di masa yang akan datang. Kepribadian seorang anak ditentukan oleh pola asuh dan pola didik yang diberikan oleh orang tua dan lingkungannya. 

Semua Pihak Bertanggung Jawab terhadap Sikap dan Perilaku Anak

Seorang anak yang dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih, akan tumbuh menjadi pribadi yang baik dan penuh kasih juga, begitupun sebaliknya. Berdasarkan konsep Tabula Rasa yang digagas oleh Skinner, setiap anak yang lahir itu bersih dan lingkunganlah yang membentuk kepribadian anak tersebut. Tentu hal ini menyiratkan bahwa sebagian besar masalah sosial yang terjadi dan membayangi anak merupakan implikasi dari pergaulan yang dijalani dalam kesehariannya, dan hal ini tidak melulu salah anak tapi juga salah berbagai pihak yang terlibat dalam tumbuh kembang anak itu sendiri terutama orang tua yang kurang memberikan perhatian dalam pergaulan anak-anaknya. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab semua pihak untuk memantau sikap dan perilaku anak dalam kesehariannya.

Kebebasan Mengemukakan Pendapat

Sekarang ini, setiap warga negara Indonesia tidak peduli usia atau jenis kelamin diberi kebebasan dalam mengemukakan pendapat dimuka umum. Dahulu, anak cenderung aktif dan berani dalam mengemukakan pendapat dan mengekplorasi potensi yang ada dalam diri mereka. Hal ini berbanding terbalik dengan anak sekarang yang cenderung pasif dan penakut, atau bahkan mungkin alasan mengapa mereka melakukan hal tersebut karena sifat individualitas yang memang semakin tinggi di era digital seperti saat ini menyebabkan anak terkesan tidak ambil peduli dengan apa yang terjadi disekitarnya yang pada akhirnya mengakibatkan hilangnya rasa kekeluargaan dan kebersamaan dengan orang-orang disekelilingnya. 

Melatih Perkembangan Motorik dengan Bermain

Bermain merupakan salah satu kegiatan yang biasa dilakukan anak untuk melatih perkembangan motorik dengan melibatkan kerja otak dan otot anak. Dahulu, anak bermain permainan traditional seperti petak umpet, dakon, bekel, lompat tali dan lainnya yang melibatkan kerja otak dan otot secara bersamaan sehingga anak bisa tumbuh secara optimal. Berbanding terbalik dengan anak sekarang yang lebih memilih bermain dengan gadget yang hanya melibatlan kerja otak tanpa melibatkan psikomotorik anak.

Mendidik Anak

Mendidik anak menjadi tanggung jawab utama setiap orang tua. Pendidikan pertama dan utama seorang anak didapat dari keluarga terutama ayah dan ibu. Anak zaman dahulu memperoleh kasih sayang dan perhatian yang melimpah dari orang tua. Mereka diajarkan norma dan nilai masyarakat untuk kelangsungan kehidupan sosial anak dimasa depan sehingga mereka biasanya tumbuh menjadi pribadi yang baik dan penuh kasih serta empati kepada orang-orang disekelilingnya. Berbeda dengan anak sekarang yang kurang perhatian dan kasih sayang orang tua, terutama ibu.

Saat ayah sibuk mencari nafkah diluar, sudah seharusnya tugas ibulah yang mendidik anak di rumah tapi karena kemajuan zaman, banyak ibu yang ikut bekerja tanpa peduli waktu yang mengakibatkan anak terbengkalai. Terutama untuk wanita dengan tingkat pendidikan yang tinggi, sebagian besar dari mereka terlalu sibuk bekerja diluar, memberikan tanggung jawab mengasuh dan mendidik anak pada baby sitter yang notabennya adalah orang lain yang bahkan tingkat pendidikannya jauh dibawah orang tua anak tersebut. Hal itu menyebabkan anak tidak mengenal orang tuanya, mereka segan meski hanya untuk sekedar berbagi mengenai kegiatannya di sekolah.


Dulu ataupun Sekarang

Setiap masa memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam pola asuh dan pola didik anak. Jadi sudah sewajarnya jika orang tua mulai memilih dan memilah hal-hal yang akan diberikan dalam mengasuh dan mendidik anak sehingga anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan dan berguna, tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk lingkungan disekitarnya.

Demikianlah tulisan Dulu-Sekarang: Perbedaan Dunia Anak dari Masa ke Masa yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Fitri Winarni. Trimakasih.

Referensi:

Bunga, R (2017). Perbedaan Anak Zaman Dulu dan Zaman Sekarang. Diperoleh dari https://www.kompasiana.com/rizkyabunga/59c1ba5d2d622c4f1c439d82/perbedaan-anak-zaman-dulu-dan-zaman-sekarang pada 13 Februari 2018.

Anonim (2017). Perbedaan Mendidik Anak. Diperoleh dari http://www.indikatormalang.com/2017/06/perbedaan-mendidik-anak-perbedaan.html?m=1 pada 13 Februari 2018.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dulu-Sekarang: Perbedaan Dunia Anak dari Masa ke Masa"

Posting Komentar