Dunia Anak "Dunia yang Tak Kenal Duka Lara"


Faktaanak.com - Masa anak-anak adalah masa yang paling menyenangkan. Tiada hari tanpa bermain. Seperti yang kita tahu, dulu sewaktu kecil erat kaitannya dengan bermain. Bermain seolah olah adalah kehidupan anak-anak. Iya, itu memang benar. Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Mereka tidak akan pernah bisa dipisahkan dari dunianya. Seakan dunia anak adalah dunia yang hanya berisi satu kata yakni bahagia. Tak kenal duka apalagi lara. Tak kenal patah hati seperti yang banyak dirasakan remaja masa kini. 

Anak Adalah Sosok yang Lugu dan Polos

Penampilannya lugu dan polos, gaya bicaranya ceplas-ceplos, tingkah lakunya lucu menggemaskan dan senyumanya manis penuh keceriahan, itulah dunia anak-anak. Dunia dimana cinta, kasih dan sayang sangat dibutuhkan mereka dalam membentuk karakter dan kepribadian yang unggul. Dunia anak sering dikatakan sebagai salah satu tahap kehidupan yang akan selalu dikenang bahkan beberapa dari kita berharap mengulangi masa kecil kita, pada masa ini merupakan tahap dasar yang menentukan perkembangan masa depan anak.

Permainan Adalah Media yang Cocok Untuk Mendidik Anak

Bermain adalah hal yang memang dibutuhkan oleh anak-anak. Bermain bisa digunakan untuk mengembangkan kecerdasan anak-anak. Semakin sulit permainan tersebut untuk dipecahkan, maka rasa ingin tahu anak akan semakin besar dan memuncak. Permainan anak jaman dahulu sangat banyak dan beragam membuat anak-anak berfikir lebih kreatif, serta mengharuskan anak-anak bergerak. Permainan masa kecil kita seperti cublak-cublak suweng, tembang-tembang dolanannya mengalun lancar mengiringi permainan. Gerakan-gerakan juga lagu-lagunya tak asing lagi di telinga dapat mengingatkan kembali kenangan lampau yang sangat dirindukan. Bermain bersama dengan teman sebaya sepulang sekolah atau saat hari Minggu berkumpul di bawah pohon halaman rumah. Sebuah permainan sederhana namun kaya makna dan menyenangkan menjadi bagian di dalamnya. Dulu Cublak-cublak Suweng tak hanya sebuah permainan pengisi waktu libur dan istirahat di sekolah, tapi juga menjadi sarana mendidik anak untuk belajar nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kecermatan dan kecerdasan. 

Belajar tentang Proses dan Kesabaran

Ada juga permainan masak-masakan yang sangat digemari anak-anak perempuan. Ketika bunda masak dan ingin ikut potong-potong, dan diberi bunda pisau mainan dari plastik. Kegiatan memotong mengasah, kegiatan memindahkan sayur dari wadah satu ke wadah lainnya akan melatih anak untuk menjimpit, ternyata sangat membantu pertumbuhan anak-anak supaya melatih kemampuan motorik anak. Ketika memasak, banyak barang yang digunakan, misalnya mangkok. Sambil memasak sambil bercerita berbagai hal. Selain mengenalkan bentuk alat masak, peralatan masak atau bahan yang akan dimasak biasanya berwarna-warni, sehingga kita dapat belajar mengenal berbagai warna. Dan juga, memasak mengajarkan kita akan sebuah proses dan kesabaran, bagaimana masakan itu akhirnya bisa dimakan dan bagaimana kita menghargai kerja keras teman-teman kita dalam menyiapkan makanan.

Masih banyak lagi permainan menyenangkan lainnya, seperti petak umpet, gobak sodor/galasin, mobil-mobilan dari kulit jeruk bali. Bahkan apapun yang ada di alam bisa dijadikan bahan permainan. Bayangkan dulu dari rumput saja bisa menciptakan wayang, dadi bambu bisa jadi engrang, dari daum bisa jadi alunan musik yang menarik. Biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar bahkan bisa-bisa mendapatkan dengan cuma-cuma. 

Bermain Merupakan Kegiatan yang Menyenangkan

Bermain menimbulkan rasa senang, mengatasi stress, ketegangan, kecemasan maupun kebosanan, tidak ada kesedihan melainkan hanya perasaan bebas. Spontan merupakan sifat utama anak-anak, mereka akan melakukan segala sesuatu dengan spontan tanpa ada paksaan dari orang tua atau orang lain. Bermain merupakan kegiatan menyenangkan yang dilakukan oleh anak-anak yang diwarnai dengan pengembangan daya khayal untuk menciptakan kronologi cerita, kisah atau alur pemikiran tertentu sesuai dengan tahap usianya, kegiatan bermain apapun disertai dengan kemampuan imajinasi pasti sangat menyenangkan.

Dulu saat masih anak-anak, hiburan televisi yang menayangkan konten dunia anak pun sangat beragam, mulai dari lagu anak-anak, kartun (meskipun kartun jepang), pengetahuan tentang alam. Ketika kecil dahulu, kita mengenal sejumlah nama tenar di ranah lagu anak-anak. Sebut saja Trio Kwek-Kwek, Joshua, Tasya, Agnes Monica, Sherina, Maissy serta Chikita Meidy. Saat artis cilik marak, label rekaman banyak, acara televisi yang memutar lagu anak selalu mengisi waktu luang kita. Kalau mau disebutkan satu persatu pencipta lagi anak-anak di masa dulu pun sangat banyak. Mulai dari Titiek Puspa, Pak dan Bu Kasur, Kak Nunuk, hingga Hadad Alwi yang spesialis lagu anak-anak religi.

Anak Adalah Generasi Penerus Bangsa

Anak merupakan aset bagi bangsa dan negara, anak merupakan generasi yang akan meneruskan perjuangan dan kepemimpinan bangsa dan agama mereka. Hendaknya sebagai sebagai manusia dewasa kita menyadari tentang pentingnya menjaga hati dan pikiran positif demi pembentukan karakter positif seorang anak.

Hal paling sederhana yang adalah memberikan hak bermain kepada anak. Karena dengan bermain maka mereka telah berada dalam dunianya yang penuh dengan warna. Bermain juga dapat menjadi ajang eksplorasi diri dan lingkungan bagi seorang anak. Bagaimana ia mengerti pentingnya bersosialisasi, perlunya saling menghormati antar sesama teman, serta perlunya memahami kebiasaan tiap-tiap teman lalu menghargainya.

Kebiasaan baik seorang anak yang dijaga sejak kecil maka akan menjadi bibit unggul untuk pertumbuhan diri mereka. Selanjutnya ketika besar mereka akan tampil menjadi pribadi bersahaja dengan budi pekerti yang luhur dan pantas menjadi pemimpin bangsa Indonesia untuk mencerdasakan kehidupan bangsa.

Demikianlah tulisan Dunia Anak "Dunia yang Tak Kenal Duka Lara" yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Siwi Prahastiwi. Trimakasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dunia Anak "Dunia yang Tak Kenal Duka Lara""

Posting Komentar