Jurusan Kebidanan dari Mata Kuliah dan Peluang Kerja

Kanak-Kanakku, Bullymu Adalah Motivasiku


Faktaanak.com - Setiap orang pasti pernah melewati suatu masa, yang akan diingatnya sampai dewasa. Entah itu senang, sedih ,nakal, jail dan apapun yang terjadi saat ia kanak-kanak. Dan kebanyakan kanak-kanak memiliki pengalaman yang bahagia. Bermain dengan teman, pergi liburan dengan orang tua, dimanja orang tua dan hal hal yang membuatnya bahagia. Terlepas dari semua itu , banyak anak-anak diluaran sana yang memiliki ceritanya sendiri yanga akan jadi bekalnya di masa depan. Karena masa depan seseorang sebagian besar ditentukan dari masa kanak-kanaknya. 

Setiap pengalaman pasti akan diceritakan ,   Begitu pula dengan duaniaku masa kecilku yang akan kenalkan dan aku ceritakan dengan fantasi, haru bahagia, dan hal-hal yang membuatku jadi semangat dalam menjalani hari hariku dewasa ini. Dan pengalaman ini akan aku bawa sampai anak cucu ku nanti, bukan sebagai cerita yang buruk melainkan sebagai semangat hidup bahawa hidup ini banyak jalan keluar dan Tuhan selalu ada sisi kita. 


Suatu Masa Kanak-kanak yang Gembira

Selayaknya anak-anak lainnya, saya Desi bersekolah di SD di daerahku 2004. Setiap hari sejak pertama kali saya menginjakkan kaki di SD tersebut saya bahagia, mempunyai teman bermain setiap hari , belajar kelompok dan sepulang sekolah bermain disawah.menganggap semua teman itu sama tidak ada batasan untuk berteman.dan saling berbagi itu prinsip yang ditanamkan oleh ibuku. 
Sebuah permulaan.

Namun beberapa bulan kemudian seperti anak-anak lainnya yang suka ikut ikutan perilaku orang dewasa akupun dijauhi , tidak ditemani bahkan oleh satu orangpun itu terjadi ketika saya kelas 1 SD. Bahkan apapun aku lakukan sendiri, sepertinya semua yang saya lakukan itu salah dimata teman teman saya. Saya pun hanya bermain dengan anak TK, teman SD saya menjauhi saya dan tak ada yang membela saya. saya meminta maafpun tidak ada yang menerima, sempatlah saya berfikir mungkin karena tubuh saya kurus saya di bully oleh teman teman saya. Saya seperti pecundang dimata mereka. Akan tetapi  itus semua tidakterlalu berpengaruh pada pendidikan saya, kelas 1 SD saya tetap berprestasi dan dapat naik ke kelas dua SD. Syukurlah sewaktu kelas 2 SD saya tidak dibully lagi, saya tidak peduli apakah mereka memanfaatkan saya untuk mengerjakan tugas atau mereka benar benar mau berteman dengan saya. Sewaktu itu saya berharap semoga saya tidak akan dibully lagi oleh teman teman saya. 

Masa Kecil  yang Tak Terlupakan

Ditahun tahun selanjutnya, saya bersyukur karena saya ditemani lagi oleh teman saya. Baik di rumah maupun disekolah saya mempunyai banyak teman. Selayaknya anak-anak yang lain yang selalu ingin bersama sama dan berkelompok bila bermain. Saat pulang sekolah tiap sore hari, saya mencari ikan di sungai , dengan membawa jaring aku pergi ke kali dan mencari ikan kecil kecil, tidak peduli panas, basah dan kotor ketika bermain saya dan teman saya Sumi tetap mencari ikan. Ikan yang ada dikali macam macam ada ikan wader , ikan lele dan ikan cucut.kan yang paing aku suka carai adalah ikan wader selain ikannya gesit ikannya bila berenang di air kelihatan berkilauan. Pernah suatu hari saya mencari ikan dan nenek saya marah , nenek membawa sapu sampai ke kali. Aku dan sumi lari ketakutan karena nenek ku marah, aku pulang dan mengunci diriku dikamar. Sungguh tidak akan aku lupakan. 

Keterpurukan karena Bully

Bertahun tahun aku merasa tenang dan bahagia karena ditemani oleh teman temanku, saya selalu berusaha menjadi  teman yang baik , selalu membantu dan berbagi. Karena dalam hati saya ada perasaan takut akan di bully oleh temanku. Namun apa yang menjadi ketakutanku benar benar terjadi. Sewaktu itu aku kelas 6 SD, sedang giat-giatnyaa belajar untuk menghadapi ujian nasional. Saataku sedang memerlukansemangat dari orang orang terdekat seperti orang tua, saudara, dan teman temanku. Pada saat itu pula awal aku kelas 6 , sekitar bulan September aku dibully oleh teman temanku, tida emiliki teman dan senirian.setiap ada tugas aku pasti tidak punya kelompok, hingga guruku yang mencarikan  aku kelompok. Kelompok yang disuruh bersamaku-pun sebenarnya tidak mau berkelompok denganku karena takut di bully oleh W dan kawan kawannya. 

Alhasil di kelas 6  aku bermain bersama anak-anak kelas 4 SD. Pernah suatu ketika juga aku dilabrak oleh W dan kawan kawannya, tapi karena aku sendirian aku hanya dapat diam dan menerima semuanya. Suatu ketika aku jug adituduh mematikan tanaman bunga W, dikira aku yang menginjak tanaman bunga itu hingga mati. Sedihnya aku ketika satu kelas menyalahkan ku tanpa ada yang memebelaku, apa  daya aku hanya dapat membela diri sendiri dan berdoa pada Tuhan semoga ini berakhir. Hari terus berlanjut dan karena setiap hari aku dituduh dan di sindir aku samapai aku sakit 3 hari dirumah dan tidak dapat berangkat sekolah, salah satu teman sekelasku mengetahuinya tapi ia hanya bungkam dan bilang kau bolos sekolah. Hari berganti bulan hingga akhirnya sudah 1 semester aku dibully.

Nasehat untuk Tidak Berkecil Hati

Sampai aku dinasehati oleh bapak dari Sumi, bahwa orang yang dibuli tidak perlu berkecil hati, keran belum tentu orang yang dibully masa depannya suram , karen adiluar sana banyak orang yang dibully dan orang itu jadi sukses. Itu yang selalu aku ingat dari almarhum bapak Tarno. Mulai saat itu aku giat dalam belajar dan selalu semangat meskipun aku dibully setiap hari. Meski suatu hari  pula kotak nasi ku dibongkar dan dikeluarkan oleh W dan kawan kawannya aku tetapdiam dan tersenyum pada mereka, meskipun mereka bilang senyumanku itu adalah senyuman orang gila. Terbukti dengan aku giat  belajar pada saat Try Out 1, aku meraih peringkat 2. Dan hasil Try Out selanjutnya aku tetap menempati posisi itu. Semua teman ku ikut bimbel , tetapi aku tidak karena orangtua ku tidak mampu. Tetapi aku yakin dengan usahaku dan doa kedua orangtuaku , aku pasti bisa sukses. 

Menjelang ujian nasional, W dan kawannya berbaik hati pada ku. Mereka bilang nanti kalau ujian kasih tau jawabannya ya.entah merea mau memanfaatkan aku lagi atau bagai mana  tapi aku menjawab iya dengan senyuman dariku. Selama 3 hari ujian mereka baik pada ku dan mengajak aku berkawan. Tetapi setelah ujian mereka tetap dingin. Aku  sudah kebal dengan semua itu, tetapi saat hasil UN keluar mereka minta maaf pada ku dan mau berkawan lagi denganku. Aku mendapat nilai UN terbaik karena usahaku sendiri, aku percaya tidak ada usaha yang menghianati hasil. Dan yang tidak mau berusaha akan menuai hasilnya di masa depan.


Matahari Setelah Badai

Tidak ada yang perlu disesali dalam hidup ini, semua telah diatur oleh-Nya.akan selau bersinar matahari setelah adanya badai.  Aku bersyukur karena aku dulu jadi korban bully, karena bullyan itu yang jadi motivasiku sampai sekarang. Sejak lulus SD aku masuk SMP dan jadi juara kelas tiap tahun. Begitu pula SMA ku, aku mendapatkan besiswa karena aku juara kelas dan alhamdulillah aku berkesempatan megikuti berbagai lomba saat SMA. Dan menjadi kebanggaan guru , orang tua , dan sekolahku. Setelah lulus SMA aku dapat masuk Universitas Diponegoro dengan jalur SNMPTN dan mendapatkan beasiswa. Dan di Universitas Diponegoro   inilah aku masih mengejar mimpi-mimpiku. Kabar terakhir yang aku dengar dari teman SD ku dulus ekarang mereka sudah ada yang menikah dan sebagian lagi bekerja. Karena disini di bumi ini, kita tak tau masa depan kita. Bila kita yakin dan memohon pada-Nya semua akan berubah. Dia tidak pernah tidur dan selalu mendengar oa hambanya.

Jadi tidak salah menjadi korban bully, korban bully jangan putus asa terhadap semuanya. Jadikan itu senjata dan tetap berjuang. Hidup masih berjalan dan roda tetap berputar. Diluaran sana banyak korban bully yang sukses dan menunjukkan pada pembullynya bahwa dia bisa menjadi sukses.yang terpenting  jangan dendam dengan orang yang telah jahat pada mu , tanamkan sebelum tidur aku memaafkan kesalahan kalian dari lubuk hati yang terdalam. Karena  pelu kamu ketahui  Korban bully itu bagaikan mutiara dalam kerang, dulu dia lusuh bukan apa apa, tetapi karena dia sabar dan menghadapi terpaan ombak, pasang laut dan ujian lainya dia bisa menjadi mutiara yang bersinar. 


Demikianlah tulisan Kanak-Kanakku Bullymu Motivasiku yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Desi Rohkayani. Trimakasih.

6 Komentar untuk "Kanak-Kanakku, Bullymu Adalah Motivasiku "

  1. Terimakasih, informasinya sangat membantu

    BalasHapus
  2. Nicee 👍👍 Informasinya membantu sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasi kak. Semoga informasi dari saya berguna bagi kakak

      Hapus
    2. Terimakasi kak. Semoga informasi dari saya berguna bagi kakak

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel