Kasti, Seperti Baseball di Desa Ku


Faktaanak.com - Permainan yang yang mirip baseball di luar negri , akan tetapi menggunkan bola yang berbeda. Bola tenis, ya itu jawabannya. Bola yang sering digunakan untuk bermain tenis, akan tetapi ditempatku bola ini digunakan untuk bermain kasti. Permainan ini akrab di telinga anak Pati, tempatku berasal. Setiap anak anak bermain kasti ,selalu bahagia. Karena bisa berlari dan menjalin kekompakan dengan teman teman.


Seperti Apakah Permainan Ini

Permainan kasti , sangat digemari oleh anak anak pada zamanya. Dengan bermain secara tim dan terdapat 2 tim. Yaitu tim pemain dan tim lawan, satu orang dari tim lawan bertugas melemparkan bola kepada tim pemain yang bertugas memukul. Dan anggota tim lawan  yang lain bertugas menjaga pos agar tim pemain tidak dapat menuju ke pos. Ter dari dari pos 1 dan 2 ,dimana pos itu biasanya ditandai dengan pohon atau dengan tiang. Pemukul memukul bola sejauh mungkin agar teannya dapat berpindah pos. Akan tetapi apabila bola tersebut dipegang oleh pihak lawan dan ketika pemain yanga da di pos 1 berlari ke pos 2   , maka pihak lawan dapat melemparkan bola di “MPOK” tersebut di tubuh pihak pemain dan si pemain pun timnya kalah dan menjadi pihak lawan. Yang paling seru ketika semua pemain berda di pos, dan tinggal ada 1 pemain di tempat pemukulan bola. Maka pemain yang memukul berhak memukul bola sebanyak 3 kali agar pemain yang ada di pos dapat berlari menuju tempat pemukulan. Apabila tidak ada yang berlari ke tempat pemukulan maka tempat pemukulan akan di “BOM” oleh pihak lawan dan tempat pemukulan menjadi milik lawan, lawanpun menjadi pemain dan pemain menjadi lawan.

Manfaat Bermain Kasti

Yang saya suka dari permainan ini , yaitu permainan ini menggabuungkan antara olahraga , kerja tim dan kesenangan. Secara tidak langsung permaianan ini menagjak kita untuk berolahraga karena kita harus berlari dari pos dan berlari dari lemparan bola lawan. Menuntut kita untuk kerja tim , karena dalam permainan ini diperlukan kekompakan antar anggota dan solidaritas tim yang kuat agar kita dapat memenangkan permainan. Membuat kita berfikir untuk menciptakan taktik agar tidak terkena bola dari lawan. Selain itu nilai plus nya permainan ini membuat kita menjadi senang karenadapat bermain dengan kawan kawan.

Kenangan Asik Bermain Kasti

Sekarang umurku 19 tahun, kurang lebih 10 tahun yang lalu aku memainkan permainan ini dengan Agus, Riska, Nana , Asvin dan Trimo. Kami bermainsatu tim terdiri  dari 3 orang , karena kami kekuranga anggota. Tipa kali bermain aku pasti emminta agar aku menjadi kelompok Agus karena dia selalu menang saat bermain kasti. Akan tetapi berkebalikan dengan aku, aku selalu kalah karena selalu kena “MPOK”. Meskipun begitu dengan kombinasi menang kalah kami tetap bermain tanpa menghiraukan menang atau kalah. Aku , Agus dan Nana menjadi satu tim dan Riska , Asvin dan Trimo menjadi tim lawan. Seperti tadi aku selalu di mpok oleh Riska. Malang benar nasib tim ku bila aku ikut bermain. Kami selalu bermain di pelataran rumah Agus karena disitu luas dan ada banyak pohon yang dapat digunakan sebagai pos. Tak peduli dengan panas dan terik matahari jam 12 siang kami bermain lari larian. Sampai samapai neneknya Agus marah pada kami, dan kami disuruh pulang. Hampir setiap hari kami bermain kasti dan bermain permainan yang lain. Memang masa kecil begitu lucu dan bila kita mengingatnya dengan kawan kawan yang lain maka kita kan tertawa sendiri mengingat tingkah kita.

Berbeda dengan jaman sekarang, anak anak lebih suka dengan gadget. Padahal bila bermain diluar rumah bersama kawan kawan maka akan lebih seru dan menambah kekompakan dengan kawan. Meskipun panas dan hujan melanda kamis ering melewatinya  bersama.aku akan senang bila anakanak seperti aku dan kawan kawanu dulu dapat bersukaria dengan kepolosan kanak kanaknya. Akau selalu berharap agar generasi sekarang masi mencintai permainan tradisional dan permainan yang menyehatkan. 

Demikianlah tulisan Kasti, Seperti Baseball di Desa Ku yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Desi Rohkayani. Trimakasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

5 Responses to "Kasti, Seperti Baseball di Desa Ku"

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Terimakasih, informasinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kak. Semoga menambah informasi buat kakak ya.

      Hapus
  3. Balasan
    1. Terimakasi kak karena telah membaca dan berkomentar. Semoga tulisan saya berguna bagi kakak

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel