Layang-layang, Permainan Anak yang Perlu Dilestarikan

-anak-anak-
-anak-anak-

Faktaanak.com - Siapa yang tidak mengenal layang-layang? Lembaran plastik/kertas tipis yang  diberi bingkai bamboo dan  diterbangkan ke udara dengan seutas benang.  Dahulunya layang-layang berfungsi sebagai alat permainan/hiburan, alat ritual, alat memancing dan juga alat bantu penelitian. Namun, seiring perkembangan zaman, layang-layang  kini lebih dominan sebagai alat hiburan/permainan. 

Layang-layang Adalah Salah Satu Permainan Anak

Layang-layang pun tampil dengan berbagai bentuk dan ukuran. Peminatnya datang dari hampir semua lapisan dimasyarakat. Mulai dari kalangan atas hingga kalangan bawah, dari usia anak-anak sampai usia dewasa. Namun, tentu yang lebih dominan dan banyak memainkan layang-layang adalah usia anak-anak. Selain karena memainkannya yang mudah dan membuat candu, ongkos untuk membuat benda mengandalkan tenaga angin ini pun tidak besar.

Pembelajaran dari Layang-layang

Permainan layang-layang juga membangun sikap kerjasama, ketelitian, dan kesabaran. Ketika menerbangkan layang-layang anak-anak membutuhkan teman lainnya untuk memegangi layang-layang dari jarak yang jauh, sementara anak lainnya akan memberi aba-aba dan menarik benang. Selain itu, dalam proses pembuatan layang-layang juga dibutuhkan ketelitian, menentukan berat kedua sisi layang-layang agar seimbang, panjang tali teraju yang sama, dan hal teknis lainnya. Seluruh proses tersebut  secara otomatis akan membangun sikap kerjasama, ketelitian, dan ketelitian.  

Keunikan Tersendiri dari Layang-layang

Layang-layang tersebar nyaris diseluruh wilayah Indonesia. Adapun setiap daerah memiliki keunikan dan ciri tersendiri. Misalnya di daerah aceh ada layang-layang kleung yang menyerupai elang, di daerah lampung kita dapat menjumpai layang-layang siger yang berfungsi sebagai alat bantu memancing, dan di daerah Bali terdapat layang-layang Janggan yang besasosiasi dengan naga. Selain itu masih sangat banyak jenis layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia.

Permainan yang Tetap Eksis

Eksistensi layang-layang pun masih banyak dijumpai hingga saat ini. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya festival dan pertandingan layang-layang yang ada, baik itu ditingkat local maupun internasional. Ditingkat lokal misalnya di daerah Sumatera Barat yang rutin mengadakan pertandingan layang-layang sebelum memasuki Ramadhan, festival tabanan kites di Bali, serta festival layang-layang di Bengkalis. Sementara untuk tingkat internasional, terdapat festival tahunan layang-layang sanur di desa Sanur Bali, festival layang-layang di Lampung hingga festival layang-layang di Surabaya yang menampilkan layang-layang raksasa dengan aneka motif dan warna. 


Layang-layang Perlu Dilestarikan

Perkembangan zaman telah menjadikan layang-layang tidak hanya sebagai permainan lokal bagi anak-anak belaka, namun telah dijadikan festival dan sarana promosi wisata dan budaya. Lebih dari itu, layang-layang merupakan sebuah kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai budaya dan kepribadian bangsa, yang eksistensinya perlu dilestarikan. Terlebih dalam menghadapi persingan dan kuatnya arus teknologi dan internet. 

Demikianlah tulisan Layang-layang, Permainan Anak yang Perlu Dilestarikan yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Ginting N. Trimakasih.

-anak-anak-

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Layang-layang, Permainan Anak yang Perlu Dilestarikan"

Posting Komentar