Cara Membaca Puisi

LDR Dengan Kedua Orang Tua Itu Berat, Biar Aku Saja. Aku Kuat !


Faktaanak.com - Long Distance Relationship (hubungan jarak jauh) tidak selalu  identik dengan kekasih (lawan jenis yang kita sukai). sebenarnya juga bisa kita hubungkan dengan  orang-orang  yang kita cintai lainnya, orang tua misalnya, bukankah mereka adalah cinta pertama kita ketika kita lahir di dunia ini. Tetapi siapa yang mengira jika bertahun-tahun seorang anak yang belum mengenal istilah tersebut, mampu menghadapi hubungan jarak jauh dengan orang tuannya.


Hubungan Jarak Jauh dengan Orang Tua

Bagi saya itu adalah  hubungan teromantis saya dengan kedua orangtua  semenjak saya lulus balita. Ya, bisa diperkirakan selama hidup saya hanya kurang lebih  5,5 tahun saya setiap hari bisa bersama orang tua. Sejak mau masuk TK saya sudah pindah ke luar kota,  hidup bersama kakek dan nenek saya. Awalnya memang berat, seorang anak kecil yang masih ingin selalu dimanjakan orang tuannya harus menjalani hubungannya orang dewasa tersebut. Tetapi bukan berarti setelah saya dititipkan ke kakek dan nenek, orang tua saya melepas tanggung jawabnya. Tidak sama sekali, justru setiap satu bulan sekali mereka pulang dengan menempuh perjalanan kurang lebih 10jam untuk menengokku. Lantas apa yang dirasakan oleh anak itu (saya)? Seorang anak kecil yang belum mengerti artinya rindu, pastinya senang sekali. Dan apa yang saya rasakan ketika harus berpisah lagi, sedihnya bukan main. Tak malupun saya harus menangis  terisak-isak seperti anak kecil yang  tidak dibelikan mainan. Tapi apa daya tangisan itu tetap membuat saya harus berpisah lagi dengan orang  tua.

Pilihan Orang Tua untuk Tujuan Baik

Saat saya menginjak remaja hubungan tersebut pun masih membersamaiku. Tapi sudah beda rasannya, mungkin karena sudah terbiasa. Yang biasanya satu bulan sekali menengokku kini menjadi 3-5bulan sekali itupun saat ada hari besar yang mendekati hari weekend(sabtu-minggu) saja. Dan sekarang saat orang tuaku datang kemudian harus balik lagi ke kotapun saya sudah tidak menangis lagi hlo, mungkin hanya sedikit sedih sih karena suasana rumah berbeda kalau tak ada mereka. Padahal saat-saat usia remajaku inilah sebenarnya saya sangat butuh kehadiran orang tua sebagai tempat curhat ternyaman tentang semua masalahku. Dan disinilah aku dilatih untuk selalu menjadi anak yang mandiri dalam berbagai hal.  Karena  inilah pilihan orangtuaku dengan tujuan yang  baik untuk anaknya.

LDR untuk Belajar Dewasa

Dan kini anak pejuang LDR dengan orang tuannya tersebut telah dewasa. Hal tersebut menjadikan dirinya lebih tangguh, apapun masalah yang datang pada diri ini harus saya selesaikan sendiri tanpa melibatkan orang tua. Saya percaya semua itu juga tak lepas dari doa orang tua, karena itulah yang sangat saya butuhkan untuk melewati kerasnya dunia ini. 

Dulu ngiri sama teman-teman yang setiap hari bisa bertemu dengan orangnya itu pasti! Tetapi sekarang, tidak sama sekali. Karena sekarang sebagian anak kuliah pastilah menjadi anak rantau yang LDR juga dengan orang tuanya.  Justru sekarang, saya yang menengok orangtua saya ke kotanya.Sebenarnya ini hanyalah soal waktu, LDR dengan orang tua itu pasti akan terjadi. Jadi, siapkan dirimu yang terbaik yaaa.

Demikianlah tulisan LDR Dengan Kedua Orang Tua Itu Berat, Biar Aku Saja. Aku Kuat ! yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Anjani Wahyuningtyas. Trimakasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

4 Responses to "LDR Dengan Kedua Orang Tua Itu Berat, Biar Aku Saja. Aku Kuat !"

  1. Rindu hanya untuk orang yg lemah๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. uuuuu ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel