Pengaruh Perceraian Orang Tua terhadap Anak

-anak-anak-
-anak-anak-

Faktaanak.com - Anak adalah sebuah karunia dan titipan dari Tuhan yang harus dijaga dengan baik dan benar. Anak akan tumbuh sebagaimana orang tua mendidik dan menjaga lingkungan sekitarnya. Apabila orang tua mampu menjaga keharmonisan keluarga, anak pun akan lebih mampu mencintai dan mempercayai keluarganya. 

Orang Tua yang Tidak Harmonis Mengganggu Kejiwaan Anak

Namun, sebaliknya, anak dengan orang tua yang bercerai ataupun tidak harmonis sehingga dalam kesehariannya penuh dengan amarah akan menggangu kejiwaan anak tersebut. Bukan hal yang tak biasa apabila melihat anak-anak dengan latar belakang orang tua yang tidak harmonis atau pun bercerai menjadi seorang anak yang pemarah dan keras kepala. Mengapa bisa begitu? Anak belajar kehidupan pertama kali dari orang tuanya, apabila orang tua di rumah sering bertengkar apalagi mengguakan kalimat kasar, anak akan mengikutinya secara sadar maupun tidak. 

Anak Merasa Tidak Aman Berada di Rumah

Lingkungan rumah yang dipenuhi amarah, teriakan, bahkan kekerasan fisik akan membuat anak merasa tidak nyaman dan tidak aman di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat teraman dan ternyaman untuk seorang anak. Memang, tidak semua anak tumbuh menjadi anak dengan kepribadian yang buruk (seperti keras kepala dan pemarah), terdapat anak-anak yang mampu bertahan dan justru memperoleh prestasi gemilang sebagai bentuk “balas dendam” dan pengalihan dari rasa yang tidak mengenakan di rumah. Meskipun begitu, anak-anak tersebut tetap saja menyimpan luka di dalam hatinya, sehingga baru akan muncul ketika anak tersebut sudah menginjak usia dewasa. Contoh nyata dan sering terjadi adalah anak tersebut memiliki ketakutan untuk menjalin hubungan dengan orang lain ke jenjang lebih serius (menikah) karena memiliki pengalaman buruk yang anak tersebut lihat dan rasakan sewaktu kecil hingga anak tersebut tumbuh dewasa.

Anak Menjadi Takut Mempercayai Orang

Sering kali, perceraian orang tua disertai perebutan hak asuh anak yang menyebabkan anak tersebut diperebutkan. Anak akan cenderung lebih memilih antara orang tuanya, sehingga kedekatan dengan orang tua yang lain tidak terjalin begitu baik. Hal tersebut pun dapat menyebabkan anak tersebut takut untuk mempercayai orang lain karena takut tersakiti. Orang tua seharusnya menjadi tempat dimana seorang anak menaruh kepercayaannya, namun dengan terjadinya perceraian, anak menjadi sulit untuk percaya pada hal-hal baik seperti kesetiaan, kasih sayang, dan kelembutan. 

Oleh karena itu, perceraian memiliki dampak yang besar tidak hanya pada orang tua namun anak pun ikut merasakannya. Mesipun perceraian dilalui dengan baik-baik sekalipun akan tetap berdampak pada kejiwaan dan emosional anak. Untuk itu, perceraian sebisa mungkin dihindari agar tidak terjadi generasi yang memiliki perkembangan kejiwaan yang buruk.


Demikianlah tulisan Pengaruh Perceraian Orang Tua terhadap Anak yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Fianza Rezkita. Trimakasih.
-anak-anak-

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengaruh Perceraian Orang Tua terhadap Anak"

Posting Komentar