Warna-warni Masa Kecil


Faktaanak.com - Langkah meniti jalan menuju masa depan. Penuh keceriaan, canda tawa, kebahagiaan, dan itulah gambaran sebagian besar orang mengenai dunia anak. Orang dewasa yang mencoba bernostalgia dengan dunia ketika dia masih anak-anak, pasti akan merindukannya dan merasa ingin kembali ke dalam masa itu. Namun, menurut saya, itu hanya pendapat sebagian orang yang memiliki masa lalu menyenangkan. 

Dunia Anak Tidak Semuanya Menyenangkan

Bagi saya, dunia ketika saya masih anak-anak tidak kesemuanya menyenangkan. Permainan yang sering saya mainkan dulu memang menyenangkan. Tetapi, saya dituntut pula untuk bisa sekolah dengan baik. Dahulu, mungkin karena saya anak pertama, banyak orang bilang anak pertama itu sebagai bahan percobaan pendidikan bagi orang tua untuk mengaplikasikan ke anak mereka yang lebih muda.

Yang saya ingat, ketika masa kecil tidak kesemuanya menyenangkan. Ada beberapa peristiwa yang membuat saya hingga saat ini masih belum bisa melupakannya. Mungkin karena menyakitkannya untuk dilupakan. Saya yang waktu itu berumur lima tahun dipaksa untuk bisa membaca dengan baik. Walau saya sudah hampir benar membacanya, tetap saja saya disalahkan sehingga orang tua saya menjewer telinga saya. Saya menangis karena kesakitan. Namun, orang tua saya malah memarahi saya untuk tidak cengeng. Saya pun berhenti menangis dan orang tua saya mengajari bagaimana membaca dengan benar, walaupun saat itu saya masih terisak-isak karena rasa sakitnya masih terasa. 

Setiap Anak Memiliki Warna Tersendiri 

Namun, dibalik itu semua, mungkin suatu keajaiban, saya menjadi anak yang cerdas. Bisa memasuki SD berumur 6 tahun dan mendapat predikat bintang kelas. Walau menyakitkan, tapi setidaknya semua bentuk kehidupan di masa kanak-kanak pasti memiliki warna yang dapat diambil hikmahnya ketika kita semua sudah menjadi orang dewasa. Sebenarnya masih banyak penggambaran kehidupan di masa anak-anak yang menyakitkan, namun dibalik itu semua saya yakin, bahwa bentuk kehidupan sebenarnya terlalu rumit untuk dipahami. Hanya saja, pemahaman setiap manusia berbeda-beda. Untuk mencapai sukses, jangan terpengaruh oleh masa lalu yang kelam, tetapi gunakan itu untuk bekal dan pengalaman di masa mendatang.

Masa Menyenangkan bagi Anak-anak

Selain masa-masa yang kelam yang dialami sebagian anak-anak, ada beberapa hal pula yang menjadi masa menyenangkan tersendiri bagi anak-anak. Seperti halnya saya dulu, saya masuk sekolah di siang hari dan pulang sore hari, ketika pulang sekolah di hari yang cerah, mega bernuansa jingga, saya bersama teman-teman saya selalu menyanyikan lagu yang hingga saat ini saya masih mengingatnya yaitu lagu khas Jawa Timur, “Prau Layar” dan atau lagu “Rembulan”. Guru kami selalu melagukannya ketika bel pulang sekolah berbunyi, ditambah lagi cuaca sore hari yang menghangatkan. Di perjalanan pulang sekolah pun kami bercanda tawa sambil menaiki sepeda mini. Di desa kami, sungguh sangat damai dan menyenangkan ketika cuaca cerah yang menghangatkan seperti itu. 

Masa Kecil Memiliki Banyak Waktu untuk Eksplorasi Diri

Selain itu, ketika masa kecil anak-anak memiliki banyak waktu untuk mengasah apa yang mereka suka. Sangat berbeda dengan orang dewasa yang selalu disibukkan oleh deadline pekerjaan atau tuntutan sekolah yang banyak tugas. Di masa kanak-kanak, yang saya masih ingat hingga saat ini yaitu ketika di siang hari, teman-teman saya keluar untuk istirahat sekolah sejenak, ada yang mengerjakan sholat, ada yang jajan. Namun, kebiasaan saya saat itu adalah mengerjakan sholat di rumah dan tidak jajan untuk menghemat uang. 

Karena bosan, saya mengeluarkan gambaran saya, saya pinjam warna ke teman saya dan mulai mewarnai. Sungguh, itu adalah pertama kali saya menggambar benar-benar persis seperti aslinya, bahkan ada teman saya yang ingin membelinya.  Di siang hari yang panas, angin bertiup sepoi-sepoi, kipas kelas yang berputar agak perlahan, benar-benar nostalgia yang tak pernah bisa terlupakan. Saya selalu saja memandangi gambar itu. Sungguh menyenangkan masa kanak-kanak. Banyak waktu untuk kita mengerjakan apa yang kita ingin kerjakan.

Bermain Bebas Tanpa Beban

Di samping itu pula, banyak hal yang biasa anak-anak mainkan. Tidak ada beban yang membelenggu pada masa anak-anak seperti pada waktu itu. Yang anak-anak pikirkan hanyalah kesenangan ketika bermain bersama. Bermain dan tertawa bersama. Seperti hanya saya dahulu, ketika sudah hari libur, ngaji libur, sekolah libur, saya bersama teman-teman selalu berkumpul di halaman masjid untuk bermain. Di pagi yang cerah, mentari tersenyum menyinari hari kami, kami selalu ceria dan tak pernah memikirkan kesulitan apapun, karena pemikiran kami yang sederhana ketika masih anak-anak yakni sekarang dikerjakan sekarang, masa depan tidak harus dipikirkan hanya kita perlu mempersiapkannya saja. Kesederhanaan dalam berpikir dalam masa kanak-kanak, selalu membuat hidup terasa lebih ringan dan lebih menyenangkan. Itulah yang syaa rasakan ketika masih anak-anak.

Masa Kanak-kanak yang Penuh Kenangan

Bermain bersama, tertawa bersama. Pemainan yang saya sukai ketika bermain bersama kawan-kawan saya di pagi hari adalah gobak sodor, banteng-bantengan, dingin panas, jentik, dan bahkan hampir semua permainan pernah kami mainkan. Ketika sore hari, di hari minggu pula, kami sering bermain bersama guru ngaji kami, seperti pemainan kasti, sepak bola, sepak tekong, kotak pos, dan lain-lain. Banyak hal yang terlewati di masa kanak-kanak penuh kenangan. Apalagi ketika cuacanya dan suasana yang mendukung, pasti kenangan itu akan sangat sulit untuk dilupakan. Tersenyum dan sederhana dalam berpikir menghadapi hari, itulah yang selalu menjadi rumus kebahagiaan di masa anak-anak. 


Warna-warni Kehidupan

Walaupun mungkin ada beberapa hal yang menyakitkan untuk diingat, tetapi memang seperti itulah warna kehidupan. Buatlah hal tersebut menjadi hal yang memang wajar ada dalam kehidupan. Tidak kesemunnya kehidupan yang kita lalui itu manis, namun pula pasti ada bumbu-bumbu lain  yang ikut mewarnainya. Cobalah ambil setiap hikmah yang dapat diaplikasikan untuk menghadapi tantangan kehidupan. Orang yang cerdas adalah orang bisa mengambil pesan tersirat yang Tuhan coba sampaikan kepada kita. 

Maka, cobalah menjadi orang cerdas itu, dengan menjadikan rasa manis dan pahit di masa kanak-kanak kita sebagai sebuah pelajaran dan hal yang luar biasa hebatnya, yang takkan mungkin bisa terulang dan terlupakan.

Demikianlah tulisan Warna-warni Masa Kecil yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Arin Khurota A'yun. Trimakasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warna-warni Masa Kecil"

Posting Komentar