Nomophobia pada Anak


Faktaanak.com - Masa kecil anak adalah salah satu masa membahagiakan bagi segenap orang. Sumbang asih dunia teknologi media pada kebahagiaan dimasa kecil terlihat nyata, diantaranya inovasi gadget. Orang tua saat ini dengan mudahnya memperkenalkan gadget pada anak usia dini, bahkan masih dalam kandungan sekalipun.Tentunya ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anak, tetapi juga tak luput dengan dampak saat usia remaja yakni menderita sindrom nomophobia.

Teknologi Berkembang Pesat

Di era digital saat ini , kemajuan teknologi sangat dirasakan oleh khalayak umum. Teknologi berjalan sesuai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Setiap inovasi yang diciptakan untuk memberikan manfaat positif serta menyajikan kemudahan-kemudahan bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah gadget.

Gadget mudah sekali dijumpai di wilayah Indonesia dengan berbagai merek dan tipe. Teknologi canggih ini tidak hanya dikenal oleh orang dewasa saja, akan tetapi dikalangan anak sudah menyelimuti hari-harinya. Bahkan gadget tidak lagi menjadi kebutuhan tersier bagi masyarakat, namun sudah menjadi kebutuhan sekunder. Dimana sekarang setiap orang rata-rata memiliki gadget tanpa memandang latar belakang pada diri mereka,artinya tidak hanya orang kaya  saja yang dapat menikmati teknologi canggih ini.

Anak Zaman Sekarang dalam Teknologi

Anak zaman sekarang sudah mengenal gadget sejak dini. Mulai dalam kandungan sebagian anak-anak sudah diperdengarkan musik mozard oleh orang tua menggunakan pemutar musik, beranjak usia beberapa tahun mereka juga disuguhkan oleh video-video kartun animasi. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa lingkungan sekitar anak sudah melibatkan partisipasi mereka dalam beragam teknologi media.

Dalam masa ini permainan yang bersifat digital terutama permainan yang ada di dalam gadget  mampu menggeser permainan tradisional. Anak kini lebih banyak menghabiskan waktu bermain games online, youtube, serta aplikasi-aplikasi terkini lainnya. Aktivitas yang bersentuhan dengan teknologi lebih mewarnai kehidupan anak, daripada beinteraksi dengan teman sebaya, bersepeda, dan aktivitas bermain sejenisnya.

Anak Mengalami Kecanduan Gadget

Kebiasaan di atas dapat mempengaruhi pola pikir anak dan membuat anak terus menerus ingin bermain gadget atau sering disebut kecanduan gadget. Hal ini menimbulkan kegelisahan jika tidak bersama gadget. Jika anak sudah mengalami hal seperti ini ,yakni kegelisahan yang disebabkan oleh gadget, ia bisa dikatakan menderita sindrom nomophobia atau disebut gila gadget. Yang menganggap gadget lebih penting daripada hal-hal lainnya.

Nomophobia singkatan dari No Mobile Phone Phobia. Nomophobia adalah suatu sindrom ketakutan jika tidak mempunyai telepon genggam (atau akses ke telepon genggam) .Istilah ini pertama kali  muncul dalam suatu penelitian tahun 2010 di Britania Raya oleh YouGov. Jadi nomophobia adalah rasa takut dan cemas apabila seseorang jauh dari gadget atau ponselnya. Anak yang mengalami nomophobia akan selalu mementingkan gadgetnya dan tidak sebentar saja jauh dari ponsel, bahkan ketika bertemu dengan orang lain akan lebih mementingkan gadgetnya. Walaupun sedang tidur, anak akan mengutamakan mencari ponsel saat ia terbangun. Kebanyakan nomophobia dapat kita jumpai pada anak remaja saat ini.

Dunia Digital Berpengaruh pada Dunia Anak

Dapat disimpulkan bahwa dunia digital sangat berpengaruh bagi dunia anak. Kebahagiaan masa kecil anak sekarang dengan anak zaman dahulu tampak berbeda. Anak sekarang lebih tergiur dengan permainan digital dari pada permainan tradisional. Kebiasaan anak yang sering berinteraksi dengan gadget akan memberi efek kecanduan bagi anak dan mengakibatkan anak menderita nomophobia.

Demikianlah tulisan Nomophobia pada Anak yang saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan dan terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi para pembaca. Penulis dalam artikel ini adalah Dina Maulani.Trimakasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nomophobia pada Anak"

Posting Komentar