“Suku Anak dalam Jambi” Sejarah, Budaya, dan Kehidupannya

FaktaAnak.Com- Suku anak dalam Jambi menjadi salah satu informasi dan wawasan yang penting untuk diketahui dan digali oleh semua pihak. Suku ini termasuk dalam suku terbelakang yang tidak menerima tetacara kehidupan pada masa sekarang (modern). Sebagai penjelasan lebih lanjut dalam artikel ini akan memberikan informasi mengenai sejarah, budaya, dan kehidupan pada suku anak dalam Jambi.

Suku Anak dalam Jambi


Jambi adalah salah satu provinsi yang memiliki ciri khas tersediri dibandingkan dengan provinsi lainnya. Salah satunya karena nama Provinsi ini sama dengan nama Ibu Kotanya. Adapun secara geografi letak Provinsi Jambi berbatasan dengan Provins Raiu di Sebelah Utara. Untuk wilayah riau dan jambi sama-sama memiliki kekyazanahan budaya, dalam hal ini hidupnya Suku Anak dalam yang seringkali disebut sebagai suku kubu, sedangkan masyarakat asli disana menyebutnya dengan Suku Rimba.

Sejarah Suku Anak dalam


Dalam catatan sejaranya terbentuknya suku anak dalam ini tak terlepas daripada masyarakat suku Maalau Sesat yang kalah dalam perang-perang antar suku di wilayah Sumatra. Peperangan ini terjadi sebelum Indonesia merdeka.

Dengan kondisi ini Suku Maalau Sesat memilih lari ke dalam hutan rimba yang letaknya disekitar Air Hitam, yang sekarang dinamakan dengan “Taman Nasional Bukit Duabelas”. Untuk menjalankan kehidupannya suku anak dalam memilih hidup nomaden dengan tersu menerus menggantungkan hidupnya dari hutan, termasuk berburu hewan-hewan liar.

Sejarah suku anak dalam  ini kemudian dikenal dengan Histori Moyang Segayo. Yang sampai saat ini masyarakat suku anak dalam menganut Agama Animisme yang artinya percaya dengan roh-roh sebagai temat bergantungnya hidup. Adapun beberapa masyarakat yang tergolong dalam suku anak dalam dan memilih keluar dari jalur hidup mereka banyak yang berpidah menjadi Agama Kristen dan Agama Islam.

Budaya Suku Anak Dalam


Beberapa sistem kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat suku anak dalam, atau biasanya dikenal dengan (SAD). Antara lain sebagai berikut;
  1. Suku anak dalam memiliki kebudayaan dengan menganut kepercyaan anisme yang artinya masih percaya dengan keadaan roh-roh jahat.
  2. Suku anak dalam memiliki kebudayaan dalam kelahirannya selalu di tandai dengan menanam pohon besar. Pohon ini sebagai tanda bahwa kehidupannya akan bisa mengayomi dan juga sebagai tanda bahwa suku anak dalam selalu menjaga keletarian alam.
  3. Suku anak dalam nomaden, budaya lainnya yang hadir dalam suku anak dalam ialah kehidupan yang dijalaninya berlaku nomaden. Artinya ia selalu berpindah-pidah dari satu tempat ke tempat yang lainnya, sesuai dengan kondisi alam yang ada di lingkungan.

Kehidupan Suku Anak Dalam


Kehidupan yang ada di dalam suku anak dalam terkenal dengan kehidupan yang terbelakang, mereka menjalankan hukum dan juga menjalankan ritual ibadah sesuai dengan masyarakat primitif lainnya. Yang lebih mengenal roh-roh jah daripada Tuhan. Kehidupan pada masyarakat suku anak dalam juga dikenal dengan pendiam yang malu ketika keluar dari hutan, malu akan kondisinya yang bisa dibedakan dari segi pakaian yang terkenal kumal.

Pada saat ini prosesi suku anak dalam sudah mulai terancam, hal ini lantaran pada masyarakat suku anak dalam terdesak dengan perambahan hutan secara liar untuk di tanami dengan kelapa sawit. Kehidupan mereka jadi ancaman, bahkan beberapa waktu lalu Presiden Jokwidodo ketika baru menjabat sebagai Kepala Negara berbicara secara langsung pada suku anak dalam.

Fakta-Fakta Suku Anak Dalam


Fakta mengenai kisah suku anak dalam banyak sekali membuat seseorang ingin mengetahuinya lebih lanjut, fakta ini sendiri berkaiatan dengan data yang ada. Berbegai sumber menyebutkan beberapa fakta menarik dan unik mengenai kehidupan suku anak dalam antara lain;

Terkenal Sakti

Masyarakat yang berada dalam suku anak dalam terkenal memiliki tingkat ilmu yang tinggi. Mereka sakti bukan hanya soal melawan hewan akan tetapi sakti  untuk bertahan hidup di hutan. Proses kehidupan yang dijalankan ini seringkali membuat mereka tidak dapat terkalahkan.

Pantang Dihina

Setaip masyarakat yang hidup di dunia ini akan sangat sensitif dengan hinaan atau cacaian, begitupula degan kehidupan suku anak dalam yang berkomitmen untuk tidak ingin dihina. Bahkan apabila di luar suku anak dalam melihat mereka dengan meludah, atau merasa jijik. Ludah tersebut anak mereka jilat (ambil) dan seketika lambat laun kita orang yang meludah menjadi gila.

Suku Anak Dalam Menjadi TNI.

Kehidupan suku anak dalam pada saat ini tidak terbelakang seperti pada zaman dulu yang meninggalkan dunia luar dan pergaulan dalam masyarakat. Karena pada faktanya dalam tahun 2016 ada warga Suku Anak dalam yang menjadi Anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia).

Kabar mengenai suku anak dalam yang menjadi TNI ini beguru viral dalam media sosial dan berita-berita nasional. Hal ini bukan hanya di dasari pada bentuk orangnya akan tetapi dari sikap yang dimilki masyarakat dalam artian sudah mulai terbuka.

Dari penjelasan mengenai Sejarah, Kebudayaan, dan Kehidupan Suku Anak Dalam di atas. Dapat diaktakan bahwa kehidupan masyarakat pada suku anak dalam merupakan salahs atu bentuk bahwa Indonesia kaya akan budaya, selain itujuga sikap saling menghrmati dan sikap saling mengargai harus tetapi di pupuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikianlah tulisan dan penjelasan mengenai “suku anak dalam”. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat bermanfaat dan juga menambah pengetahuan serta wawasan bagi segenap pembaca yang sedang membutuhkan materi tentang “suku anak dalam”. Trimakasih, baca juga artikel lainnya;
  1. Hilangnya Moral dan Budaya Bangsa pada Anak Indonesia
  2. Mencontek Menjadi Budaya Saat Anak Tidak Siap Menghadapi Ujian
  3. Pentingnya Fondasi Agama Dan Pendidikan Dalam Kehidupan Anak

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "“Suku Anak dalam Jambi” Sejarah, Budaya, dan Kehidupannya"

Posting Komentar