Contoh Artikel Anak Terbaik

FaktaAnak.Com- Tulisan mengenai artikel ilmiah tentang anak barangkali penting untuk dibagikan kepada segenap pembaca. Hal ini lantaran banyak sekali tugas kuliah ataupun tugas sekolah yang mendorong setiap siswa dan peserta didiknya untuk membuat artikel. Oleh karena itulah pada tulisan ini akan membagikan contoh artikel anak.

Artikel Anak


Artikel tentang anak ini berjudul "Potret kebahagian dan ketulusan anak-anak" yang ditulis oleh Latifatul Ilmi Fitriah. Dalam tulisannya ia menggambarkan sosok cerita untuk anak yang sangat baik untuk dibaca,

Contoh Artikel Anak

Berikut inilah serangkaian tulisan tentang contoh artikel anak.

Masa anak-anak merupakan sebuah masa yang tidak pernah dilupakan oleh semua orang. Banyak kenangan-kenangan dimasa anak-anak yang tetap membekas hingga dewasa. Anak-anak memiliki karakter yang polos.

Anak-anak memiliki kebahagiaannya sendiri, hal kecil yang dianggap tidak bermakna, bagi anak-anak menjadi sesuatu hal yang sangat bermakna bahkan mampu membuat seorang anak bahagia. Anak-anak memang memiliki duniannya sendiri dan dengan kepolosannya ia membuat duniannya menjadi indah tanpa ada konflik yang membuat hidup ini menjadi rumit.

Semua kejadian yang terjadi pada masa kanak-kanak menjadi pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Hal yang paling tidak terlupakan dan terkesan lucu yaitu saat seorang anak bermain bersama dengan teman namun ketika mereka tiba-tiba bertengkar dengan temannya dan seakan-akan sudah tidak mau berteman lagi namun dengan cepatnya bisa berteman kembali. Hal itu bagi orang dewasa mungkin terkesan konyol namun bagi itulah ciri khas anak-anak yang tidak akan ditemui pada saat seseoang sudah dewasa.

Pengalaman saya sebagai seorang anak mungkin hampir sama dengan teman-teman yang lain. Saya menghabiskan waktu saya untuk bermain bersama dengan teman-teman saya. Saya bermain sepeda, juga permainan khas anak-anak lainnya.

Segala hal saya lakukan tanpa fikir panjang. Teman adalah saudara tanpa ikatan darah yang Allah SWT kirimkan untuk saya. saya sangat bahagia pada masa kecil dengan keberadaan teman-teman saya. pada masa sekarang saya ingin bisa mengulang kembali masa-masa itu. Namun semua itu sudah menjadi masa lalu dan tidak akan pernah bisa saya dapat di usia saya yang sekarang.

Saya terlahir di sebuah daerah yang dipenuhi dengan hijaunya persawahan yang membentang dari barat hingga ke timur, dari selatan hingga utara. Maaf tidak bermaksud lebay. Namun memang itulah tempat dimana saya dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua orang tua saya.

Di sini lah saya tumbuh dan menjalani masa kecil saya yang penuh dengan halusinasi dan pengkhayalan khas anak-anak. Maklum anak desa, ketebatasan yang ada di desa membuat anak-anak desa bak seorang petualang yang banjir kreativitas.

Saat mengingat masa-masa itu saya merasa masa kecil saya seperti orang gila. Segala hal yang dianggap tidak akan mungkin terjadi bagi orang dewasa, menjadi sesuatu hal yang sangat mungkin untuk terjadi bagi anak-anak.

Bagi anak-anak yang lahir sekitaran tahun 1998 hingga 2000 mungkin tidak asing dengan sinetron mak lampir. Meskipun sinetron tersebut bergenre horor namun sinetron tersebut sangat terkenal dikalangan saya dan teman-teman saya. segala hal yang ada di sekeliling kami pasti kami kaitkan dengan sinetron tersebut.

Contohnya, di daerah saya ada sebuah sungai kecil, banyak masyarakat yang membuang segala sesuatu yang sudah dianggap tidak berharga atau bahasa singkatnya sampah ke sungai tersebut. Mulai dari bangkai ayam, tanaman-tanaman yang sudah mati, hingga sampah-sampah non organik.

Dan sampah yang menjadi objek penghayalan saya dan teman-teman saya adalah pakaian bekas yang dibuang masyarakat ke sungai. Pakaian-pakaian bekas tersebut kami sebut sebagai pakaian mak lampir karena sudah rusak dan sobek terkena arus sungai. Disungai itu kami menggunakan pakaian-pakaian tersebut untuk mainan tujuannya untuk menakuti teman-teman kami yang lain yang takut dengan sosok mak lampir.

Namun selain itu kami juga membuang sampah tersebut ke daratan sekitar sungai sehingga aliran sungai menjadi lancar dan tidak tersumbat akibat sampah yang dibuang oleh masyarakat. Pada saat itu saya dan teman-teman tidak memiliki misi untuk membersihkan sungai atau membuat lingkungan menjadi asri.

Namun alam mengajarkan kami mengenai sebuah keseimbangan. Bermain dengan alam mengajarkan kami bagaimana cara menjaga alam secara langsung. Dengan kita menjaga alam kita juga akan dijaga oleh alam, kita bisa bermain tanpa takut bahaya bencana dari kerusakan alam yang disebabakan olehulah kita sendiri.

Kembali ke masa kecilku selain bermain dengan sampah pakaian yang kami sebut sebagai pakaian milik mak lampir. Saya dan teman-teman juga bermain perosostan di sungai. Karena permainan perosostan hanya ada di sekolah dan tidak boleh digunakan setelah pulang sekolah, kami memanfaatkan kayu yang sudah dibelah sebagai perosostan dan kami melakukannya di sungai.

Meski sangat sederhana namun hal itu sudah sangat membuat kami bahagia. Di masa kecil saya belajar banyak hal, kesederhanaan, kejujran kesetiakawanan, peduli lingkungan dan masih banyak hal yang lain yang sangat sulit saya dapat di masa sekarang.

Pada masa ini pula saya diajari bagaiaman survive dalam kehidupan, jangan pernah menyerah meski apapun yang terjadi, dan tetap semangat dalam menjalani hidup jangan pernah takut gagal, jangan pernah takut menangis karena bahagia dan senyuman bukan karena uang yang banyak dan fasilitas yang mendukung.

Baca Juga;

Namun kebahagian dan senyuman datangnya dari ketulusn hati. Masa kecil saya benar-benar mengajarkan saya banyak hal yang sangat bermakna dan menjadi kekuatan terbesar saya di masa sekarang.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Contoh Artikel Anak Terbaik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel