Perkataan Orang Tua Menentukan Motivasi Belajar Anak

FaktaAnak.Com- Anak bukanlah miniatur orang dewasa yang tidak memiliki dan mengetahui apa-apa. Karena sejatinya, mereka adalah makhluk kecil yang sedang mengeksplorasi dirinya. Dan lagi 80% kecerdasannya terbentuk dalam masa ini. oleh karena itu, masa ini disebut juga sebagai masa emas mereka.

Anak


Menurut Haris dan Liebert, anak adalah makhluk yang unik. Kenapa unik?. Karena mereka adalah miniatur orang dewasa, dan yang membedakan anak dengan orang dewasa adalah pada ukuran, kekuatan, dan sisi bijaknya.

Selain itu, dalam masa ini, anak adalah perekam yang baik. Sesuatu yang tulus, bermakna, serta berkesan akan terus terngiang dan terkenang dalam benak anak selamanya. Salah satu hal yang direkam anak adalah perkataan. Baca, juga; Contoh Esai Tentang Anak

Anak-Anak Merekam Kata-Kata

Anak adalah perekam kata yang baik. Hal ini juga terjadi padaku. Saat aku kecil, ayah selalu bilang agar aku bisa menguasai bahasa inggris, agar kelak aku tak disepelekan oleh orang lain. Ayahku berkata demikian tentu tidak tanpa alasan, kenapa? Karena saat ibuku bekerja di luar negeri, ibu selalu dicaci, dihina, dan dipandang rendah.

Yang ku ingat, ayah selalu mengatakan hal tersebut berulang-ulang kepadaku.

Saat ini, kata-kata itu masih terdengar jelas. Setiap kali aku mengingatnya, semakin ingin untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, sedari kecil sampai sekarang aku tak pernah sungkan untuk belajar bahasa inggris.

Dan hasilnya sekarang aku sudah belajar sampai tingkat magister, menjuarai beberapa lomba debat bahasa inggris, serta beberapa kali mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri. Dan motivasi untuk belajar ke luar negeri masih sangat kuat. Inilah keajaiban kata-kata yang orang tua berikan dan selalu mendorong motivasi belajar ku. Lalu perkataan seperti apa yang mampu menentukan motivasi belajar anak?.

Perkataan dari Seoarang Yang Dekat dengan Anak

Perkataan yang diberikan oleh seseorang yang sangat dekat dengan anak, misalnya perkataan dari ayah atau ibunya. Atau dalam kondisi lain, ketika anak diasuh oleh kakek dan neneknya, maka perkataan merekalah yang akan terngiang dalam benak anak.

Perkataan Yang Diucapkan Secara Tulus dan Berulang

Perkataan yang ingin benar-benar disampaikan kepada anak hendaklah disampaikan secara berulang. Kenapa berulang? Agar memori anak semakin kuat dalam merekam perkataan tersebut. Kalau hanya sekali dua kali maka mejadi kurang berkesan. Disamping itu, perkataan juga harus diucapkan secara tulus dari lubuk hati serta disampaikan secara bersungguh-sungguh.

Perktaan yang Menggugah Emosi Anak

Perkataan yang menggugah emosi anak adalah perkataan yang memang benar- benar membuat anak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan ada solusinya. Dengan mengetahui kenyataan bahwa ibu dihina dan direndahkan karena tak bisa berbahasa inggris saat bekerja di luar negeri, saat itu anak merasa iba dan sedih membayangkan ibunya dicaci dan dihina. Dan hal ini menggugah emosi anak bahwa suatu saat ia tidak ingin seperti ibunya yang demikian.

Perkataan Yang Diucapkan Ketika Anak dalam Kondisi Rileks

Perkataan yang masuk dalam benak anak adalah perkataan yang diberikan orang tua saat anak dalam kondisi rileks. Maksudnya adalah saat anak tidak sedang asyik bermain sendiri atau dengan temannya.

Kondisi rileks didapatkan ketika anak sedang diajak duduk bersama orang tua dan dibelai rambutnya. Orang tua mampu membuat anak rileks dengan bersantai bersama dan anak dalam dekapan orang tua. Selain itu, kondisi rileks juga didapatkan ketika anak akan tidur.

Jadi, berhati-hatilah, karena perkataan yang baik yang diberikan kepada anak, nantinya akan berdampak pada motivasi belajar anak yang tinggi. tapi sebaliknya, apabila yang orang tua berikan adalah perkataan yang tidak baik, maka akan selamya bersemayam dalam benak anak, sehingga anak merasa terluka, tak bersemangat dan gairah belajar yang menurun.

Oleh karena itu, memberikan perkataan baik dari orang tua terhadap anak merupakan hal yang perlu dilakukan karena akan sangat mempengaruhi motivasi belajar anak kelak saat dewasa dan menjadi penentu kesuksesan anak.
Penulis artikel ini adalah Feny Nida Fitriyani. Artikel ini merupakan pengalaman masa kecilnya yang ingin dibagikan dengan pembaca, agar semakin banyak pembaca yang tergugah untuk selalu berkata-kata yang baik dengan anak. apabila ada kesalahan, penulis memohon maaf setulus-tulusnya. Terimakasih banyak.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perkataan Orang Tua Menentukan Motivasi Belajar Anak"

Posting Komentar