Dunia Anak Yang Fantastik

Semua orang pasti pernah menjadi seorang anak bahkan ayah dan ibu kita dulunya juga seorang anak. Berbicara tentang anak pasti banyak sekali hal-hal lugu, lucu, konyol, ceroboh, dan hal lainya yang membuat kita di cap sebagai anak nakal, seperti bermain ayunan dengan ranting pohon, mandi di sungai, sepakbola di ladang tetangga, memetik buah tetangga, bermain kejar-kejaran, layang-layang dan masih banyak lagi, semua itu bisa dilakukan ketika kita masih anak-anak. dunia anak memang dunia yang sangat mengasikkan, tidak ada permasalahn, tidak ada perselisihan, pertengkaran dan hal-hal yang membuat pusing kepala.


Dunia Anak


Dunia anak akan selalu menjadi dunia terbaik sepanjang masa, menjadi seorang anak tidak pernah merasa takut untuk mencoba hal baru, menumbuhkan imajinasi, tidak merasa malu untuk menangis, dan selalu merasa ingin bebas kemapaun ingin bermain.

Ya itulah “anak” sebutan yang akan selalu melekat pada kita, karena memang sejatinya kita adalah seorang anak yang dilahirkan oleh kedua orang tua kita.

Permainan Anak Ajang Berkreasi Yang Mengasikan

Permainan anak pada jaman dahulu dan sekarang memang sangatlah berbeda, permainan merupakan salah satu ajang kita untuk mengenal satu sama lain, bercanda gurau, berbagi kesedihan, melatih imajinasi dan saling menyayangi, permainan anak tahun 90-an bisa dikatan sangat mengasikan dan menyenangkan kita akan bermain kemanapaun kita mau, disawah, ladang, sungai, danau, tanpa takut akan bahaya menimpa kita.

Selalu bergerombol melakukan hal-hal yang mengasikan, anak cewek bermain dengan cewek-cewek begitu juga dengan anak cowok, tetapi jangan salah sangka anak-anak di pedesaan justru tidak pernah memandang itu cowok ataupun cewek, mereka sama bergerombol menjadi satu ikatan anak-anak bermain, ada yang bermain petak umpet, wayang, slodor, lompat tali, bola bekel, dakon, layang-layang, kejar-kejaran dan permainan yang lain. Yang masih hits sampek sekarang dikalangan anak-anak desa.

Berbeda dengan permainan anak jaman now (sekarang) anak hanya disibukan dengan gedjet, bermain dirumah saja dengan asyik bermain game bahkan mereka juga sudah bisa bermain sosial media layaknya orang remaja atau dewasa.

Tidak pernah bermain dengan teman sebayanya atau hanya sekedar saling sapa. Permainan mereka sudah serba digital semua tanpa bertemupun mereka bisa bermain dalam satu permainan. Orang tua memang berperan penting dalam pembatasan penggunaan gedjet terhadap anak-anaknya, guna untuk mencegah sifat individualisme anak.

Pengalaman menjadi seorang anak

Jika harus menceritakan pengalaman menjadi seorang anak pasti tidak akan pernah ada habisnya dan bosenya, karena memang menjadi anak-anak adalah saat paling membahagiakan, saya dilahirkan menjadi anak ke 5 dari 4 bersaudara bisa dibayangkan kan bagaimana ibu harus membagi kasih sayangnya, saya beruntung menjadi anak yang terakhir, karena kakak-kaka saya sudah besar-besar dan sudah menikah semua kecuali yang nomer 4 masih kulah juga.

Dari kecil ibu sudah membiasakan saya untuk menabung setiap barang yang saya inginkan pasti jauh-jah hari ibu sudah membelajri saya untuk menabung terlebih dahulu da itu menurut saya hal yang sangat baik yang bisa saya terapkan sampai sekarang.

Selain itu saya juga belajar banyak hal dari ayah saya ketika masih anak-anak ayah sudah membelajri saya untuk bekerja di ladang ya meskipun di ladang sendiri tetapi itu sangat berkesan karena dari situ saya belajar bagamana kerasnya dan panasnya kehidupan ayah dan ibu untuk mencari uang menyucukupi kehidupan saya dan saudara-saudara saya lainya.

Meskipun masih anak-anak saya sudah bisa belajar dari ayah, ibu, dan saudara-saudara saya yang lain, indahnya berbagi, saling mendukung satu sama lain ketika ada yang susah, saling menghibur, dan yang pasti bahagia tidak perlu yang mahal-mahal, sering sekali keluarga kami menghabiskan waktu bersama di ladang ketika waktu istirahat kami selau mengibur satu sama lain.

Dunia Belajar dan Mendidik Untuk Anak

Dunia anak memang merupakan dunia belajar terbaik yang pernah ada, anak akan selalu merekam dan meniru setiap tindakan yang ia lihat, anak juga akan belajar menjadi soearng yang percaya diri, belajar dengan lingkungan disekitarnya dan belajar saling simpati terhadap teman sebayanya atau teman bermainya.

Anak akan mampu bersifat terbuka dan memiliki sifat ingin tahu terhadap hal-hal yang mereka anggap mereka baru. Untuk itu sebagai orang tua harus berhati-hati ketika ingin berbuat sesuatu didepan anak, karena anak akan selalu meniru dan merekam setiap perbuatan dan kata-kata yang kita keluarkan, mendidik anak memang tidaklah sulit tetapi perlu diketahui sejak didalam kandungan sebenarnya orang tua sudah bisa mendidik anaknya dengan selalu memberikan rangsangan melalui perilaku orang tua.

Ketika anak kita melakukan keslahan jangan langsung memarahi dia dan berkata “ kamu nakal” maka si anak akan langsung men-judge dirinya sebagai seorang yang nakal dan akan selalu mengulangi kesalahnya lagi bahkan akan memberontak ketika dimarahi, sejatinya anak adalah manusia yang baik sampai kapanpun jadi ketika anak berbuat salah maka bicaralah” anak yang baik tidak boleh melakukan hal tersebut”, maka anak akan men-judge dirinya seorang yang baik.

Tetapi kebanyakan orang tua langsung memarahi anaknya ketika mereka melakukan kesalahan berbicara dengan nada yang keras padahal seharusnya itu tidak perlu untuk dilakukan. Penulis artikel ini adalah Mita Rifqotul Muariroh.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dunia Anak Yang Fantastik"

Posting Komentar