Contoh Karya Tulis Ilmiah Anak [Awal-Akhir] Lengkap

Menulis menjadi salah satu rangkaian penting di dalam membahas serta menuangkat sesuatu yang ada di dalam fikiran. Apalgi menulis ilmiah, sangatlah membutuhkan contoh-contohnya. Baik dipergunakan untuk keperluan sekolah ataupun keperluan makalah mahasiswa. Oleh karena itulah pada postingan kali ini akan mengiraikan tentang contoh karya tuis ilmiah anak.

Karya Tuis Ilmiah Anak


Karya Ilmah ini adalah hasil daripada Nadya Fatyana dengan mangkas tema dalam penulisanya "Hilangnya Permainan Tradisional Akibat Globalisasi". Dengan bagian abtrak, isi, pembahasan dari awal dan akhir lengkap di jabarkan dalam tulisan ini.

Kata Pengantar

Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini yang berjudul “Hilangnya Permainan Tradisional Akibat Globalisasi”. Karya tulis ilmiah ini diajukan untuk menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia dari ibu Rohani Mumtaz di SMA Negeri 1 Binjai Kabupaten Langkat. Tak lupa sholawat serta salam penulis sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.

Tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada:
  • Ibu Fathan S.Pd selaku ibu saya yang telah memberikan dukungan, yang membesarkan saya dari kecil hingga kini, yang mengajarkan moral dan didikan pada anaknya
  • Ibu Rohani Mumtaz S.Pd selaku guru bahasa Indonesia yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan memberikan ilmu yang sangat bermanfaat
  • Terima kasih untuk kakak Intan yang telah mendukung saya sehingga dapat menulis karya tulis ilmiah ini, terima kasih untuk kak Indah yang telah memberikan nasehat dan bantuan buku dan melancarkan penulisan ini, dan saya ucapkan terima kasih kepada kak tika yang telah memberikan arahan, ide-ide dan membantu dalam menulis karya tulis ilmiah ini.

Harapan saya semoga karya tulis ilmiah ini dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca untuk ke depannya. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi terhadap pembaca. Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, saya selaku penulis memohon maaf dan dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki karya tulis ilmiah ini.

Stabat, 04 Desember 2017

Penulis

Nadya Fatyana

Abstrak

Fenomena globalisasi yang melanda dunia ini, telah merubah berbagai segi kehidupan masyarakat di negara-negara berkembang. Akibat industrialisasi dan modernisasi yang berkembang pesat, alat-alat canggih mulai ditemukan untuk mempermudah kehidupan manusia.

Kebanyakan masyarakat, khususnya di negara maju memandang bahwa dari sebuah masyarakat yang dikatakan maju ialah masyarakat yang meninggalkan hal-hal yang berbau tradisional, sehingga berdampak pada munculnya sebuah tuntutan untuk meninggalkan ke tradisionalan tersebut menuju sebuah kondisi modern.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa globalisasi secara tidak langsung membawa sebuah budaya ke Barat-baratan. Hal tersebut tidak menjadikan masalah bagi negara-negara yang memiliki kultur yang memiliki banyak persamaan dengan kultur barat.

Tetapi, hal ini menjadi masalah ketika nilai-nilai dari globalisasi berbenturan dengan budaya dan peradaban negara-negara Timur, yang tentu saja memiliki nilai-nilai kebudayaan sendiri. Bahkan terkadang ada beberapa nilai-nilai yang bertentangan dengan budaya.

Bisa kita lihat di zaman modern ini sudah hilang budaya warisan Indonesia, akibat globalisasi sekarang jarang kali kita menemukan anak-anak yang memainkan permainan tradisional. Anak-anak bahkan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya bahkan mereka sibuk memainkan teknologi canggih.

Permainan tradisional merupakan suatu warisan budaya yang telah jarang Kita temui, apalagi jika tinggal di kota-kota besar. Permainan tradisional tersebut telah tergantikan dengan adanya teknologi komputer, internet, dan lainnya. Bahkan bisa kita hitung berapa anak-anak yang masih memainkan permainan-permainan tersebut.

Meskipun permainan tradisional tersebut mengajarkan tentang kebersamaan, kekompakan, gotong royong, kemajuan teknologi telah mempengaruhi pola pikir anak-anak jaman sekarang. Tak heran jika mereka malah menjadi indvidualis dengan adanya kemajuan teknologi.

Bahkan tak jarang jika melunturnya permainan tradisional ini juga didukung oleh orang tua. Hal ini dikarenakan permainan tradisional banyak dimainkan di luar ruangan, sehingga kekhawatiran orang tua muncul jika anaknya menjadi sakit.

Maka dipilihlah komputer untuk sarana hiburan sang anak. Padahal sebenarnya permainan tradisional lebih banyak mempunyai manfaat daripada mudharatnya. Peran orang tua untuk mengajarkan apa saja nilai yang terdapat dalam permainan tradisional menjadi aspek yang sangat penting.

Mengajarkan nilai yang terkandung dalam permainan tradisional, secara tidak langsung orang tua ikut melestarikan warisan budaya yang semakin luntur dengan adanya globalisasi. Kemajuan teknologi tidak terbatas pada beberapa bidang saja.

Kemajuan teknologi juga merembet masuk ke permainan anak-anak, misalnya permaianan playstation, dan permainan pada personal computer. Untuk menikmati permainan tersebut, anak-anak tidak perlu pergi kelapangan bola, berlari-lari ditepi sungai, serta melompat kekolam untuk mengambil kelereng yang tercebur kekolam. Mereka hanya cukup duduk didepan monitor, dengan
ditemani stick atau mouse sebagai tongkat untuk menjalankan permainan modern tersebut.

Perubahan permainan tradisional ke permainan modern merupakan bentuk dari pergeseran nilai-nilai yang diajarkan pada generasi bangsa tersebut. Permainan yang dulunya sangat populer dikalangan anak-anak sekolah dasar seperti kelereng, sepak tekong, dan main parok tidak lagi ditemui dikalangan anak-anak zaman sekarang.

Setelah era modernisasi dimulai, permainan ini seakan hilang ditelan bumi. Perkembangan warnet, game playstation, maupun permainan pada Personal Computer membawa guncangan perubahan terhadap permainan tradisional tersebut, padahal permainan modern seperti playstation ini tidak mengajarkan anak untuk berinteraksi dan bekerja sama dalam kelompok, sedangkan permainan tradisional mendidik anak-anak untuk saling bekerjasama, berinterkasi, serta jujur dalam permainan.

Daftar Isi

Halaman………………………………………………………………………………………i
Kata Pengantar……………………………………………………………………………......ii
Abstrak……………………………………………………………………………………......iii
Daftar Isi………………………………………………………………………………………iv

Bab I Pendahuluan…………………………………………………………………………….v
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………….v
1.2 Perumusan masalah………………………………………………………………………..v
1.3 Tujuan Penelitian…………………………………………………………………………..v
1.4 Manfaat Penelitian………………………………………………………………………...vi
1.5 Hipotesis…………………………………………………………………………………..vi
1.6 Metode Penelitian…………………………………………………………………………vi
Bab II Pembahasan…………………………………………………………………………vii
2.1 Faktor-faktor yang Menyebabkan Hilangnya Permainan Tradisional…………………vii
2.2 Jenis-jenis Permainan Tradisional………….………………………………………….viii
2.3 Melestarikan Permainan Tradisional…………………………………………………...viii

Bab III Penutup……………………………………………………………………………..…x
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………...x
3.2 Saran……………………………………………………………………………………….x

Daftar Pustaka………………………………………………………………………………...xi

BAB 1
PENDAHULUAN


Latar Belakang Masalah

Globalisasi merupakan suatu fenomena yang sangat sering kita temui. Globalisasi juga
diartikan sebagai proses penyebaran unsur baru baik berupa gaya hidup, informasi, pemikiran, maupun teknologi secara mendunia. Kemajuan infrastuktur telekomunikasi, transportasi, kemunculan internet, teknologi yang semakin canggih merupakan faktor utama terbentuknya globalisasi.

Semua Negara telah mendapat pengaruh dari adanya globalisasi yang maju, contoh globalisasi hal yang paling sederhana ialah Televisi. Televisi pada awalnya ditemukan di bangsa barat pada tahun 1920 an, akan tetapi berjalannya waktu, televisi semakin berkembang dan menyebar di seluruh dunia.

Pada hakikatnya, globalisasi adalah suatu hal yang positif. Akan tetapi hal positif selalu diikuti hal berbau negatif seperti masuknya Westernisasi. Westernisasi adalah suatu proses meniru bangsa barat. Fenomena westernisasi ini terjadi karena sebagian besar sumber dari proses globalisasi adalah berasal dari bangsa barat (western), sehingga otomatis nilai-nilai budaya bangsa barat akan masuk secara perlahan kedalam bangsa kita.

Seperti yang terjadi di Negara kita, globalisasi telah melunturkan warisan-warisan budaya Indonesia, seperti halnya hilangnya permainan tradisional.

Permainan tradisional Indonesia merupakan suatu warisan budaya asli Indonesia dan juga kekayaan budaya Indonesia. Permainan tradisional ini merupakan suatu warisan budaya yang jarang kita temui, apalagi jika tinggal di kota-kota besar. Bahkan yang lebih menyedihkan anak- anak tidak mengetahui permainan tradisional ini.

Permainan tradisional tersebut telah hilang yang tergantikan dengan adanya globalisasi. Anak-anak lebih memilih bermain handphone, komputer, internet, atau game online dan sejenisnya dari pada bermain bersama memainkan permainan tradisional. Bahkan bias kita hitung berapa anak yang masih
memainkan permainan tradisional.

Meskipun permainan tradisional tersebut mengajarkan tentang kebersamaan, kekompaan, gotong royong, kemajuan teknologi telah mempengaruhi pola piker anak zaman sekarang.

Tidak heran jika mereka malah menjadi individualis dan egois dengan adanya kemajuan teknologi. Melunturnya permainan tradisional juga didukung oleh orang tua. Hal ini dikarenakan permainan tradisional banyak di mainkan di luar ruangan sehingga kekhawatiran orang tua muncul jika anaknya menjadi sakit.

Maka dipilihlah handphone atau pun komputer dan video game untuk sarana hiburan sang anak. Padahal sebenarnya permainan tradisional lebih banyak manfaatnya selain anak tumbuh menjadi sehat dan lugas ada juga manfaat lainnya yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional.

Perumusan Masalah


  1. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan hilangnya permainan tradisional ?
  2. Apa saja jenis-jenis permainan tradisional ?
  3. Bagaimana cara melestarikan permainan tradisional

Tujuan Penelitian
  1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan hilangnya permainan tradisional
  2. Untuk mengetahui jenis-jenis permainan tradisional
  3. Untuk melestarikan permainan tradisional

Manfaat

Bagi Peneliti

Agar menambah ilmu pengetahuan dan wawasan

Bagi Siswa

Agar dapat mengetahui tentang permainan tradisional

Bagi Masyarakat

Agar masyarakat mengetahui hilangnya permainan tradisional dan dapat
membatasi anak untuk bermain handphone, komputer, ataupun video game
(teknologi canggih)

Hipotesis

Ada pengaruh hilangnya permainan tradisional akibat globalisasi sehingga penulis tertarik untuk membahasnya. Hilangnya permainan tradisional berdampak hilangnya warisan budaya Indonesia. Kemajuan teknologilah salah satu penyebab dari hilangnya permainan tradisional.

Permainan tradisional mulai terkikis dengan munculnya permainan-permainan modern seperti game online, play station, Nintendo, dan lain-lain.padahal permainan tersebut hanya monoton dan menjenuhkan. Permainan itupun tidak menghasilkan efek baik pada tubuh bahkan akan merusak bagian atau organ tubuh.

Contonya saja mata yang menatap terus-menerus layar yang membuat mata menjadi sakit, dan membuat badan sakit-sakit karena kekurangan gerak. Berbeda dengan permainan tradisional, permainan ini menggerakkan semua anggota tubuh, sehingga badan menjadi kuat dan sehat. Selain sebagai olahraga ternyata permainan tradisional ini mengandung banyak nilai dan sangat membangun karakter dan moral anak.

Namun kenyataan yng terjadi saat ini, orang tua sering melalaikan untuk mengajarkan permainan tradisional dan lebih mengenalkan pada game online (permainan modern), sehingga anak merasakan ketagihan. Maka dari itu penting juga bagi orang tua dan guru untuk memperkenalkan dan memberi penjelasan manfaat dari permainan tradisional.

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kajian pustaka ke berbagai perpustakaan yang ada di daerah Stabat, terutama perpustakaan daerah. Penulis juga mengamati anak-anak di sekitaran tempat bermain anak namun tak ditemukan permainan tradisional. Sehingga timbulah penelitian kualitas bahwa permainan atau bermain tradisional tak lagi melekat pada jiwa anak pada masa kini.

Anak-anak masa sekarang haya mengandalkan gadjet untuk dipamerkan pada sesama mereka. Anak-anak kurang bergerak aktif dan kurang mengembangkan keterampilan kognitif dan psikomotorik lewat permainan tradisional. Metode kualitatif dan kajian pustaka sangat membantu terselesaikannya karya tulis ini.

BAB II
PEMBAHASAN

Faktor-faktor yang Menyebabkan Hilangnya Permainan Tradisional

Bermain adalah serangkaian kegiatan atau aktivitas anak untuk bersenang-senang. Apa pun kegiatannya, selama itu terdapat unsur kesenangan atau kebahagiaan bagi anak usia dini, maka disebut sebagai bermain. Bermain adalah suatu kegiatan sebagai sarana bersosialisasi dan dapat memberikan kesempatan untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan, berkreasi, dan belajar secara menyenangkan untuk mencapai kebahagiaan dan kepuasaan bagi orang yang melakukan aktivitas atau kegiatan tersebut.

Selain bermain ada pula istilah pemain dan permainan. Yang dimaksud pemain ialah orang-orang yang melakukan aktivitas bermain. Adapun permainan ialah sesuatu yang digunakan dan dijadikan sebagai sarana aktivitas bermain. Artinya, kegiatan bermain mencakup siapa yang akan bermain dan alat apa yang digunakan dalam bermain. Pemain atau player adalah orang yang memulai atau melakukan kegiatan bermain, sedangkan permainan adalah sarana aktivitas dalam bermain.

Globalisasi adalah suatu proses yang menyeluruh atau mendunia dimana setiap orang tidak terikat oleh Negara atau batas-batas wilayah, artinya setiap individu dapat terhubung dan saling bertukar informasi dimanapundan kapanpun melalui media elektronik maupun cetak. Globalisasi adalah proses yang mengglobal atau mendunia perkembangan yang menyebar luas di seluruh dunia. Globalisasi juga diartikan sebagai proses penyebaran unsur baru baik berupa gaya hidup, informasi, pemikiran, maupun teknologi secara mendunia.

Di era globalisasi ini, banyak bermunculan permainan alat-alat elektronik yang menggunakan teknologi yang sangat canggih, sehingga membuat para generasi muda tertarik untuk memainkannya dan lupa akan permainan tradisional yang ada di daerah tempat tinggal mereka. Ada beberapa faktor penyebab hilangnya permainan anak tradisional.

Beberapa faktor tersebut adalah sebagai berikut:


  1. Sarana dan tempat bermain tidak ada
  2. Adanya penyempitan waktu, terlebih lagi semakin kompleknya tuntutan zaman terhadap anak yang semakin membebani
  3. Permainan tradisional terdesak oleh permainan modern dari luar negeri dimana tidak memakan tempat, tak terkendala waktu baik itu siang hari, pagi, sore ataupun malam bisa dilakukan, serta tidak perlu menunggu orang lain untuk bermain
  4. Terputusnya pewarisan budaya yang dilakukan oleh generasi sebelumnya dimana mereka tidak sempat mencatat, mendata, dan mensosialisasikan sebagai produk budaya masyarakat kepada generasi di bawahnya.

Budaya instan yang sudah merasuk pada setiap anggota masyarakat pada setiap anggota masyarakat sekarang juga memberikan sumbangan hilangnya permainan tradisional. Kita selalu terlena oleh budaya cepat saji, yang penting sudah tersedia dan siap “dimakan” tanpa harus melalui proses.

Jenis-jenis Permainan Tradisional

Egrang Batok

Egrang batok merupakan bentuk alat permainan tradisional yang terbuat dari batok kelapa. Cara membuatnya yaitu dengan menyiapkan sepasang batok kelapa yang telah dibagi dua, kemudian batok tersebut diberi lubang di tengahnya untuk dipasang atau diberikan tali diberikan potongan kayu sebagai pegangan pada saat bermain.

Alat permainan ini bagi anak usia dini dapat melatih perkembangan motorik kasar dan halus, serta melatih konsentrasi dan kreativitas Adapun penggunaannya egrang batok yaitu dengan menarik ujung tali ke atas kemudian kedua kaki naik ke atas batok dan jari-jari kaki menjepit tali yang
tersedia.

Selanjutnya melangkah pelan-pelan bergantian antara kaki kanan dan kiri. Supaya tidak terjatuh pada saat menjaga keseimbangan badan.

Petak Umpet

Petak umpet merupakan bentuk permainan tradisional yang terdiri dari dua orang anak atau lebih dimana satu anak menjadi kucingnya (yang bertugas memejamkan mata) dan yang lainnya bersembunyi. Biasanya waktu dalam memejamkan mata dihitung sampai angka sepuluh. Apabila semua telah sembunyi, maka yang bertugas menjadi kucing-kucingannya ialah dengan cara humpimpa dan yang paling sering ketahuan dalam persembunyiannya. Namun bias juga dilakukan secara bergantian sesuai dengan kesepakatan antar teman sepermainan.

Enklek

Enklek merupakan salah satu bentuk permainan tradisional yang dimainkan dengan cara melompat-lompat pada kolom yang telah dibuat. Untuk bentuk kolam sendiri masing-masing daerah mempunyai bentuk yang berbeda-beda.

Namun cara bermainnya sama, yaitu melompati kolom yang telah dibuat dengan satu kaki. Alat yang digunakan ialah potongan genteng atau keramik. Pada saat bermainan potongan genteng tersebut dilempar ke kotak yang telah ditentukan, kemudian diambil dengan cara melompat menggunakan satu kaki dan kembali lagi ke garis star.

Demikian ini dilakukan secara bergantian. Minimal permainan ini dimainkan oleh 2 orang anak . adapun manfaat bermain engklek ialah dapat melatih fisik-motorik, ketangkasan, keseimbangan, dan sosial emosional anak.

Melestarikan Permainan Tradisional

Perlulah kita untuk melestarikan kembali permainan-permainan tradisional untuk mempertahankan kebudayaan kita yang hamper ditinggalkan oleh generasi-generasi muda saat ini, terutama bagi anak-anak. Karena dengan melestarikan permainan-permainan tradisional juga akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan asing manca Negara.

Ada beberapa cara agar permainan tradisional yang ada di daerah kita diantaranya:

  • Memperkenalkannya kembali kepada anak tentang permainan tradisional
Ini merupakan hal pertama yang kita lakukan agar permainan tradisional bias dipertahankan nya kembali kepada anak-anak. Kita bisa melakukannya melalui kegiatan –kegiatan lomba baik si ingkungan sekolah ataupun di lingkungan tempat tinggal mereka.

  • Membuat permainan tradisional menjadi lebih menarik
Hilangnya minat anak-anak tentang permainan tradisional bisa juga disebabkan karena kejenuhan akan cara-cara memainkannya dan tidak menghibur. Oleh karena itu, sebagai generasi yang masih peduli kita bisa mengubah permainan tersebut menjadi lebih menarik. Sebagai contoh kita membuat sesuatu permainan tradisional yang meningkatkan kecerdasan anak. Kita juga bisa mengadakan lomba dan memberikan penghargaan bagi pemenang. Dengan begitu anak-anak akan termotivasi untuk terus bermain permaina tersebut.

  • Mengadakan workshop pelatihan permainan tradisional
Perlu adanya kita membuat sebuah pelatihan permainan tradisional dengan cara mengumpulkan sebanyak-banyaknya permainan yang ada beserta peratuturan dan cara bagaimana memainkannya. Kemudian setelah itu kita adakan sebuah latihan dan mengajarkan kepada anak-anak baik di sekolah-sekolah maupun di daerah mereka tinggal serta melatih semua permainan tersebut kepada anak-anak agar bisa terus dilestarikan dan seterusnya bisa dikembangkan kembali.

BAB III
PENUTUP


Kesimpulan

Globalisasi merupakan suatu fenomena yang sangat sering kita temui. Globalisasi juga diartikan sebagai proses penyebaran unsur baru baik berupa gaya hidup, informasi, pemikiran, maupun teknologi secara mendunia. Kemajuan infrastuktur telekomunikasi, transportasi, kemunculan internet, teknologi yang semakin canggih merupakan faktor utama terbentuknya globalisasi.

Bermain adalah serangkaian kegiatan atau aktivitas anak untuk bersenang-senang. Apa pun kegiatannya, selama itu terdapat unsur kesenangan atau kebahagiaan bagi anak usia dini, maka disebut sebagai bermain. Penelitian ini membuktikan bahwa adanya pengaruh hilangnya permainan tradisional terhadap globalisasi. Perubahan zaman membuat kita berubah dari waktu ke waktu. Perubahan zaman inilah hilangnya permainan tradisional. Anak-anak zaman sekarang tidak mengetahui jenis-jenis permainan tradisional, mereka lebih memilih bermain teknologi canggih seperti handphone.

Padahal permainan tradisional memiliki banyak manfaat ketimbang permainan modern yang berdampak buruk. Kita harus siap untuk menghadapi perubahan zaman di era globalisasi ini dengan mendasari hidup kita dengan hal-hal yang bersifat positif, yaitu dengan cara melestarikan kebudayaan-kebudayaan tradisional akan lebih membentuk keperibadian yang baik.

Saran

Penulis mengharapkan kepada masyarakat, pembaca, dan anak-anak untuk melestarikan permainan tradisional. Permainan tradisional merupakan warisan budaya Indonesia dan banyak memiliki nilai-nilai budaya yang tak terkira nilainya dibandingkan dengan permainan modern saat ini. Disamping itu, penulis berharap kritik dan saran yang membangun dari berbagai aspek terlibat atau yang membaca proposal ini.

Daftar Pustaka

Fadillah.2017.Bermain dan Permainan (Anak Usia Dini).Jakarta.Kencana
Huslaini. 2014 . Melestarikan Permainan Tradisional. http://huslein.blogspot.com. Diakses
pada tanggal 26 Desember 2017
www.Fauzulmustaqim.com. Diakses pada tanggal 26 Desember 2017
Imam, Aang. 2017. Penertian Globalisasi. www.kuliah.info. Diakses pada tanggal 26
Desember 2017

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Contoh Karya Tulis Ilmiah Anak [Awal-Akhir] Lengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel