3 Langkah Pembentukan Konsep Diri Untuk Anak


Tulisan ini adalah karya dari Endah Kusumaningrum yang merupakan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan judulnya tentang enghindarkan ‘Buta Konsep Diri’ pada anak. berikut adalah tulisannya;

Konsep Diri


Awal memasuki dunia kuliah, saya memiliki sebuah pertanyaan yang menggantung di benak: “Kenapa saya memilih masuk jurusan ini?”. Ternyata hal itu juga terjadi pada beberapa teman baru saya. Sebab, tidak semua mahasiswa yang masuk ke sebuah jurusan adalah murni pilihannya, merupakan passionnya, atau berdasarkan sebuah pertimbangan yang matang. Ada yang berdasarkan paksaan orang tua, mengikuti teman, sampai asal-asalan yang penting kuliah.

Hal ini adalah fenomena yang tidak pernah luntur dari kultur pendidikan kita, di mana seseorang merasa bimbang, merasa tidak punya pilihan, dan merasa tidak percaya diri menghadapi masa depan. Padahal, sebetulnya, hal seperti ini bisa diantisipasi sejak awal, jika seseorang mengetahui apa yang benar-benar diinginkannya.

Sayangnya, proses mengenali diri sendiri ini tak banyak mendapat perhatian, baik dari diri kita sendiri maupun dari lingkungan terdekat (keluarga).

Pembentukan Konsep Diri Untuk Anak

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua sejak dini agar anak-anak tidak menjadi orang yang buta pada konsep dirinya.

Berhenti memaksakan kehendak pada anak.

Tak jarang terjadi, orang tua yang tidak mengenali dengan baik sifat dan pribadi anaknya. Sehingga apa yang diinginkan anak tidak dipahami orang tua. Hal itu berujung pada pemaksaan kehendak pada anak. Sebab, tugas orang tua adalah memberikan pengarahan, bukan pemaksaan.

Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak adalah hal yang baik untuk menghindarinya. Menciptakan positive bonding dapat mempermudah keduanya untuk bisa saling memahamin. Hal itu bisa dilakukan setiap hari melalui obrolan ringan tentang pengalamannya di sekolah, ketika bermain, dan lain-lain.

Dengan didengarkan dan diajak berdiskusi, anak akan merasa dihargai. Rasa percaya dirinya tumbuh. Selain itu, ketika anak telah mengenal konsep diskusi sejak dini, hal itu akan baik baginya, karena anak akan semakin menghargai pendapat orang lain juga.

Mengajarkan konsep diri pada anak.

Dalam teori kecerdasan jamak, hal ini disebut dengan kecerdasan intrapersonal. Masih juga ada hubungannya dengan poin pertama, orang tua sebaiknya tidak melulu menyetir anak-anak, tapi mengarahkannya.

Jika hal itu dilakukan terus-menerus pada anak hingga ia tumbuh menjadi remaja, bisa jadi hal itu akan menghambat prosesnya mengenali tentang konsep diri.

Proses mengenali diri bisa dimulai sejak dini. Ketika mereka masih balita, orang tua bisa menceritakan dongeng pada anak. Di dalam dongeng terkandung pelajaran moral, sosial, emosi, dan logika yang baik.

Biarkan anak belajar mengidentifikasi dirinya melalui tokoh-tokoh dalam dongeng yang diceritakan oleh orang tuanya. Hal itu akan sangat memantik pengetahuan mereka tentang konsep baik-buruk, bahagia-sedih, dan lain-lain.

Melatih anak untuk belajar mengambil keputusan.

Setiap hari, dari bangun tidur sampai tidur lagi, kita semua selalu dituntut untuk mengambil keputusan. Belajar mengambil keputusan bagi seorang anak adalah hal yang amat baik baginya, terutama dalam proses memahami konsep diri.

Biarkan anak memilih akan memakai baju warna apa, memilih permainan yang akan dimainkan, memilih buku yang ingin dibacanya, dan lain-lain. Dengan terbiasa mengambil keputusan, membuat anak tidak ketergantungan pada orang lain.

Hal itu bisa meningkatkan rasa percaya dirinya. Membuatnya jadi pribadi yang tegas dan tidak plin-plan.

Tugas kita, sebagai orang dewasa adalah membimbing anak dalam mengenali persoalannya, mengarahkan, dan mendukung pilihannya. Sehingga, rasa percaya diri anak dapat berkembang baik dalam dirinya. Kelak, ia tidak akan hidup dalam kebimbangan karena buta pada konsep diri.

Itulah ya tadi tulisan tentang tips membentuk konsep diri untuk anak yang ditulis oleh Endah Kusumaningrum yang juga merupakan Relawan Pustaka Rumah Kreatuf Wadas Kelir. Semoga bisa bermanfaat. Trimakasih,

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "3 Langkah Pembentukan Konsep Diri Untuk Anak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel